BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Karyawan Pabrik Tempe Ini Shock Lihat Jasad Istrinya Terbakar

Peristiwa   Dibaca : 247 kali Jurnalis:
Karyawan Pabrik Tempe Ini Shock Lihat Jasad Istrinya Terbakar
FaktualNews.co/Istimewa/
Petugas PMK berupaya memadamkan api di pabrik tempe di Sukun Kota Malang.

MALANG, FaktualNews.co – Yudi, suami dari Ningsih yang tewas terbakar langsung shock saat melihat jasad istrinya dalam keadaan hangus.

Ningsing merupakan salah seorang pegawai pabrik tempe di Sukun, Jalan Raya Candi V, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (10/4/2017).

Saat kejadian, Yudi berhasil menyelamatkan diri, sementara Ningsih tertinggal di dalam ruangan pabrik yang terbakar. Ia bersama dengan empat pegawai lainnya terjebak saat apil meluluhlantahkan gudang tersebut.

Baca Juga:  Dua Korban Tewas Kebakaran di Lamongan Saling Berangkulan, Seolah Saling Melindungi

Yudi mengatakan ia tidak mengetahui waktu munculnya api. Api tiba-tiba terlihat membesar. Ketika api membesar, posisinya sedang berada di luar. Ia di luar berasama rekannya Taufik.

“Saya posisi di luar. Api tiba-tiba membesar. Saya tidak tahu api berasal dari mana,” ujarnya, Rabu (4/10/2017).

Saat ditemui, Taufik dan Yudi terlihat sangat terpukul. Keduanya juga shock. Taufik dan Yudi berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan lima orang terjebak. Lima orang yang terjebak bernama Hani, Iis, Ableh, Ningsih, dan Samini.

Baca Juga:  Polsek Klojen Kebakaran: 5 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Samuel (63) pemilik usaha mengatakan sempat mendengar ledakan saat terjadi kebakaran. Ia saat itu sedang berada di dalam rumahnya yang terletak di depan pabrik tersebut.

Samuel mengatakan tidak tahu menahu sumber api berasal. Api sudah membumbung tinggi ketika ia melihat tempat terbakar. “Api sudah membesar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Panasi Mobil, Tiga Orang Ditemukan Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Paciran Lamongan

Santoso (40) saksi yang berada dekat di sekitar lokasi mengatakan, saat peristiwa tersebut, terdengar empat kali ledakan. Ledakan itu bersamaan dengan kebakaran itu.

Santoso sempat berusaha menyelamatkan korban namun ia tidak berani karena kondisi api yang besar dan adanya ledakan. “Saya tidak berani, karena apinya sangat besar,” tandasnya.

Editor
KOMENTAR