BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Innalillahi, Gus Cecep, Cucu KH M Hasyim Asy’ari Wafat

Nasional   Dibaca : 469 kali Jurnalis:
Innalillahi, Gus Cecep, Cucu KH M Hasyim Asy’ari Wafat
FaktualNews.co/Istimewa/

JOMBANG, FaktualNews.co – Kabar duka menyelimuti bumi Kota Santri, Jombang, Jawa Timur. Salah satu cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Muhammad Natsir Karim (Gus Cecep) wafat, Sabtu (7/10/2017).

Gus Cecep meninggal di kediamannta Jalan Irian Jaya 313 Dusun Tebuireng Gang III RW 8, Cukir, Diwek, Jombang, sekira pukul 04.30 WIB. Gus Cecep merupakan Pengasuh Pesantren al Karimiyah Tebuireng, Jombang.

Menurut informasi dari salah satu santri Pesantren al Karimiyah, Ahmad Rian Setia Aji, kondisi Gus Cecep memang sudah cukup lama harus mendapat perawatan intensif, lantaran Gus Cecep diketahui mengidap penyakit pernafasan.

Baca Juga:  Ketua KPK Dorong Adanya Sanksi Sosial untuk Para Koruptor

“Beliau sudah lama sakit, gangguan pernafasan. Kemana-mana harus bawa tabung,” ujarnya, Sabtu (7/10/2017).

Dijelaskan, tanda-tanda wafatnya Gus Cecep nampak dirasakan para santri sebelumnya. Gus Cecep, seakan sudah berpamitan kepada para santri. Yakni dengan ditandainya almaghfurlah meminta para santrinya berkumpul.

Selanjutnya, para santri satu persatu diminta bermushafahah dengan Gus Cecep. “Momen itu tidak seperti biasanya ketika beliau akan bepergian,” imbuh santri asal Palembang ini.

Baca Juga:  Persatuan Terkoyak, Putera-Puteri Pendiri Bangsa Duduk Satu Meja di Tebuireng

Ia menambahkan, menurut kabar yang diterima kalangan santri, rencana jenazah Gus Cecep akan dishalatkan di Masjid Tebuireng setelah dhuhur.

Sementara untuk pemakaman akan dilakukan sekira pukul 14.00 WIB berdampingan dengan keluarga dan masyayikh Tebuireng lainnya di Maqbarah Masyayikh Tebuireng.

Suami dari Nyai Hj. Rina Syamsudi itu merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara, yaitu Nyai Hj. Lilik Nailufari, H. M. Hasyim Karim (Gus Aying), Nyai Hj. Cicik Nafiqoh, dan Gus Cecep.

Baca Juga:  Kunjungi Ponpes Tebuireng, Dubes Inggris : Saya Salut pada Pesantren

Beliau meninggalkan satu orang istri, dua putra dan satu putri, serta para santri dan yayasan pesantren yang ia dirikan sendiri, yaitu Yayasan KH. Abdul Karim Hasyim.

Pesantren ini menyediakan pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Syafi’iyah dengan jenjang Sekolah Pesiapan (SP), ibtida’ dan tsanawiyah.

Editor
KOMENTAR