FaktualNews.co

Modal Rp 10 Juta, di Pulau Saebus Bisa Bangun Istana Kayu Hadap ke Pantai

Wisata     Dibaca : 1590 kali Penulis:
Modal Rp 10 Juta, di Pulau Saebus Bisa Bangun Istana Kayu Hadap ke Pantai
FaktualNews.co/Supanjie/
Rumah berbahan kayu di Pulau Saebus yang menghadap langsung ke Pantai.

SUMENEP, FaktualNews.co – Untuk membangan rumah di tepian pantai, ternyata tidak selamanya harus dengan modal ratusan bahkan miliaran rupiah.

Di Desa Suar Saebus, Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur, hanya dengan bermodalkan 5 hingga 10 juta rupiah sudah bisa membangun istana sederhana untuk berlindung dari sengat matahari dan dingin di malam hari.

Wilayah kepulauan Saebus dengan jarak tempuh sekitar 10-12 jam perjalanan laut dari daratan ini, banyak ditemukan khas rumah panggung istilah penduduk setempat disebut Berong yang hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu.

“Bagi orang seperti kami yang kurang mampu, ya buat rumah panggung, selain karena lebih murah juga sudah menjadi khas rumah seperti ini,” kata Ika kepada FaktualNews.co beberapa waktu lalu saat berkunjung ke pulau setempat.

Bahkan, bagi masyarakat yang tidak punya sejengkal tanah pun, masih bisa membuat rumah panggung di Desa hasil pemekaran yang baru diresmikan sekitar 8 bulan lalu ini.

“Walau tidak punya tanah, disini bisa pinjam tanah, karena rumah panggung itu bisa dipindah-pindah, seperti perantau misalnya, itu bisa,” imbuhnya.

Berapa uang yang dihabiskan untuk membuat satu rumah panggung? Musaman (Suami ibu Ika) menambahkan cerita sang istri, karena rumah panggung hampir seluruhnya berbahan kayu, maka tidak terlalu mahal, yang pasti tidak sama dengan kita membangun rumah gedung.

“Jika dulu, punya uang 5 juta sudah bisa mas, sekarang karena kayunya mahal, sekitar 10 juta sudah seperti ini,” ujarnya sambil menunjukkan rumah buatannya itu.

Kendati demikian, rumah kayu atau rumah panggung tersebut hanya bisa ditempat satu keluarga saja, seperti suami, istri dan anak.

“Rumah seperti ini, ya hanya untuk kami berdua dan anak yang masih kecil, tidak bisa untuk ramai-ramai karena terlalu sempit.

Bagaimana jika memiliki anak yang sudah besar dan hendak menikah? pria paruh baya ini menambahkan, harus membuat rumah lagi, karena di daerah tersebut yang sudah berkeluarga harus mandiri.

“Kalau anak saya yang sudah nikah, saya buatkan rumah lain, ini yang disebelah rumah anak saya dan suaminya,” sambungnya.

Wartawan FaktualNews.co yang berkesempatan melihat langsung kondisi luar dan dalam Berong milik Musaman, rumah ini berukuran sekitar 6×8 meter persegi, dengan kamar tidur, dapur dan ruang tamunya terlihat tanpa sekat.

Sementara, untuk MCK dan sumur berapa tepat di belakang berjarang sekitar 5 Meter dari rumah tersebut.

Suasana asri, sejuk dan angin pinggir pantai cukup terasa, desir angin masuk disetiap celah rajutan dinding yang terbuat dari kayu-kayu jati, tak pelak dari lantainya pun angin bisa masuk karena seluruh bangunan terbuat dari bahan kayu.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...