FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

5 Orang Tewas Karena Isu Vampir di Malawi

Internasional     Dibaca : 559 kali Jurnalis:
5 Orang Tewas Karena Isu Vampir di Malawi
FaktualNews.co/Istimewa/
Penduduk Malawi.

FaktualNews.co – Beredarnya isu vampir yang memicu kekerasan yang menewaskan lima orang di Malawi Selatan, membuat Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menarik stafnya dari dua distrik wilayah setempat.

Sebelumnya, di tahun 2002 isu vampir pernah terjadi yang kemudian memicu serentetan kekerasan dan main hakim sendiri di salah satu negara termiskin di dunia itu.

Isu vampir yang beredar tak lepas dari kepercayaan akan ilmu sihir yang tersebar luas di distrik negara tersebut.

“Distrik-distrik ini sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengisapan darah dan kemungkinan adanya vampir,” kata Departemen Keamanan dan Keamanan PBB (UNDSS) dalam sebuah laporan keamanan di distrik Phalombe dan Mulanje seperti dilaporkan Reuters, Selasa (10/10/2017).

Koordinator Residen PBB, Florence Rolle, mengatakan telah menarik stafnya dari distrik tersebut.

“Beberapa staf PBB telah pindah sementara yang lain masih berada di distrik-distrik tergantung pada lokasi operasi mereka,” kata Rolle dalam sebuah tanggapan email.

“UNDSS terus memantau situasi ini dengan ketat untuk memastikan semua staf PBB yang terkena dampak kembali ke lapangan sesegera mungkin,” lanjut Rolle.

Rolle tidak mengatakan berapa banyak pekerja yang direlokasi.

Laporan UNDSS mengatakan setidaknya lima orang telah terbunuh di daerah tersebut sejak pertengahan September oleh yang dituduh sebagai vampir. Dikatakan bahwa orang-orang yang mencari vampir telah memasang blokade jalan di distrik tersebut kemudian berpengaruh pada peningkatan masalah keamanan.

Presiden Malawi Peter Mutharika mengatakan bahwa laporan tersebut “menyedihkan dan menyiksa. Perkembangan ini sangat memprihatinkan bagi Presiden dan seluruh Pemerintah,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Laporan UNDSS mengatakan bahwa rumor vampir tampaknya berasal dari negara tetangga Mozambik, meskipun tidak jelas apa yang telah memicu mereka. PPB pun mengambil langkah dengan menghentikan sementara program mereka hingga situasi kembali aman.

Editor
Saiful Arief
Sumber
Reuters

YUK BACA

Loading...