FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Siaga Wabah Demam Berdarah

Tinggalkan PMI, RSUD Jombang Wacanakan Kelola Darah Sendiri

Kesehatan     Dibaca : 584 kali Jurnalis:
Tinggalkan PMI, RSUD Jombang Wacanakan Kelola Darah Sendiri
FaktualNews.co/Istimewa/
Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran.

JOMBANG, FaktualNews.co – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Jawa Timur, menggelar hearing dengan sejumlah stakeholder kesehatan, Selasa (10/10/2017). Hearing tersebut digelar untuk koordinasi terkait antisipasi adanya wabah Demam Berdarah.

Dalam hearing tersebut, terungkap keinginan RSUD Jombang untuk mengelola darah sendiri. Selama ini, beber Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, darah yang diperlukan untuk pelayanan medis di RSUD Jombang, dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Jombang.

Pudji mengeluhkan, RSUD Jombang tidak bisa melakukan pengolahan sendiri terhadap darah. Setiap kebutuhan darah untuk pasien DBD, terangnya, dikoordinasikan dengan PMI.

Permasalahannya, sambung dia, kebutuhan darah melalui PMI tidak bisa secepat yang diharapkan. Padahal kebutuhan darah untuk pengobatan DBD diperlukan cepat.

“Saya berharap, RSUD Jombang bisa melakukan pengolahan darah secara mandiri tanpa membutuhkan lembaga lain. Pertimbangannya, RSUD Jombang merupakan rumah sakit rujukan dari daerah tetangga,” kata Pudji Umbaran.

Diberitakan sebelumnya, mengantisipasi datangnya musim hujan yang berpotensi bagi mewabahnya penyakit demam berdarah, Komisi D DPRD Jombang memanggil stakeholder kesehatan.

Pudji Umbaran, dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan dan anggota Komisi D, perwakilan dari RSUD Jombang, Dinas Kesehatan, serta RSUD Ploso, menjelaskan bahwa berbagai persiapan sudah dilakukan.

Salah satunya, beber Pudji, yakni mewajibkan setiap kepala bidang di RSUD Jombang untuk mengikuti penyuluhan terkait tindakan dan pencegahan terhadap pasien DBD.

“Sabtu lusa kita adakan acara tersebut di Bung Tomo Pemkab Jombang. Karena pentingnya acara, kami mewajibkan semua kepala bidang untuk mengikuti acara tersebut,” ujar Pudji.

Dia menambahkan, terkait penanganan di RSUD Jombang pihaknya bakal menggratiskan semua biaya perawatan terhadap pasien yang terkena DBD, sebagaimana instruksi Bupati Jombang.

Sementara itu, Direktur RSUD Ploso, dr. Widhi mengatakan, sebagai antisipasi mewabahnya DBD, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan DPMPD. DPMPD telah membentuk 10 motivator kader di setiap desa. Kami akan bekerjasama dengan pemerintah desa melalui kader desa tersebut dalam mengantisipasi mewabahnya DBD,” beber Widhi.

Editor
Muhammad Syafi'i