FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kebakaran di Depo Kontainer SPIL Tanjung Perak Dipicu Ledakan Tabung LPG

Peristiwa     Dibaca : 636 kali Jurnalis:
Kebakaran di Depo Kontainer SPIL Tanjung Perak Dipicu Ledakan Tabung LPG
FaktualNews.co/Eko Yono/
Kontainer yang terbakar di Tanjung Perak.

SURABAYA, FaktualNews.co – Penyebab kebakaran hebat di depo kontainer SPIL Jalan Teluk Bayur Tanjung Perak Surabaya, Kamis, 12 Oktober 2017 tengah malam, terus diselidiki polisi. Dugaan awal, kebakaran dipicu dari dua kontainer berisi elpiji yang meledak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Pemkot Surabaya, Chandra Oratmangun menuturkan, dugaan awal penyebab kebakaran dari dua kontainer berisi elpiji yang meledak. “Kemudian api terus membesar dan membakar kontainer lainnya,” sebut Chandra kepada Faktualnews.co, Jumat (13/10/2017).

Kebakaran ini sendiri dilaporkan ke Dinas PMK Surabaya pada pukul 23.31 WIB dan mobil PMK tiba di lokasi pada pukul 23.35 Wib. Saat petugas datang, api sudah cukup besar.

Dinas PMK Surabaya menurunkan sebanyak 15 mobil PMK guna memadamkan api, termasuk mobil tangga dan skylift.

Mobil PMK sebanyak itu berasal dari Pasar Turi dan tempat lainnya. Juga dapat bantuan dari Pelabuhan Tanjung Perak. “Ada sebanyak 7 kontainer yang terbakar,” tutur Chandra.

Setelah bekerja keras selsma lebih dari 5 jam, kobaran api mampu dijinakan. Petugas PMK Pemkot Surabaya berhasil memadamkan api pada pukul 03.30 Wib.

Kendati pada Kamis malam hingga Jumat (13/10/2017) dini hadi terjadi kebakaran, tapi  pada Jum’at (13/12/2017) siang tetap ada aktivitas di depo kontainer SPIL di Jalan Teluk Bayur.

Kendaraan kontainer terlihat keluar masuk depo. Tapi lokasinya agak jauh dari titik lokasi yang terbakar.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo menuturkan, tidak ada kodban jiwa adalam kebakaran ini. Kini polisi masih melakukan penyelidikan dan penanganan kejadiain ini.

“Kami terus menyelidiki penyebab kebakaran dari mana, yang jelas kejadian ini tak ada korban luka dan jiwa,” cetus Ardian.

Editor
Muhammad Syafi'i

YUK BACA

Loading...