BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Jadi DPO, Pria Penyembah Matahari Sempat Update Status di FB

Peristiwa   Dibaca : 288 kali Jurnalis:
Jadi DPO, Pria Penyembah Matahari Sempat Update Status di FB
FaktualNews.co/Istimewa/
Foto profil Misnadi Abdullah di akun Facebook-nya

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Misnadi Abdullah, pria asal Probolinggo yang diduga menjadi penyembah tuhan matahari telah ditetapkan sebagai DPO Polres Probolinggo.

Dia dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Probolinggo atas kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pengeroyokan. Dia jadi DPO sejak 3 bulan lalu.

Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad, mengungkapkan, keberadaan Misnadi diperkirakan di luar Probolinggo. Meski sudah masuk DPO, Misnadi diketahui masih melakukan update status Facebook.

Pada 17 September lalu, Misnadi menulis status di Facebook yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk menyembah matahari. “Sudah kita pantau, kita monitor, mudah mudahan dalam waktu dekat keberadaannya bisa kita temukan,” beber AKBP Fadly Samad.

Baca Juga:  Kenakan Batik dan Lencana Korpri, Pelaku Gasak Laptop serta HP dari Rumah PNS di Probolinggo

Sementara itu, pada Jum’at, 13 Oktober 2017 kemarin, ND (13), yang tak lain adalah putri dari Misnadi Abdullah, mendatangi Mapolres Probolinggo.

Siswi SMP di Probolinggo itu datang ke Mapolres Probolinggo didampingi oleh gurunya guru dan didampingi Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja Dan Keluarga MUI Kabupaten Probolinggo.

Kedatangan ND bermaksud meminta perlindungan polisi, sekaligus melaporkan ayah kandungnya itu. ND terpaksa melaporkan ayahnya karena ulahnya semakin mambabi buta untuk memaksa dirinya mengikuti ajaran dan keyakinan yang diikuti ayahnya itu.

Baca Juga:  Satu ABG Pelaku Pembobolan Konter HP di Probolinggo Dihadiahi Timah Panas

Dalam penuturan ND, ayahnya memiliki keyakinan bahwa tuhan yang seharusnya disembah itu matahari bukan berhala, atau patung. ND pun seolah tak percaya dengan apa yang diyakini ayahnya itu. Dirinya sempat mengingatkan ayahnya untuk sadar dan tobat.

Namun, bukannya sadar. ayahnya justru semakin membabi buta. ND bahkan dipaksa untuk mempercayai itu dan mengancam akan membunuh ND jika tidak patuh. Dari situlah ND mulai depresi dan strees.

Baca Juga:  Cerita Korban Penipuan CPNS di Probolinggo

Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja Dan Keluarga MUI Kabupaten Probolinggo, Mahtumah mengatakan, setelah koordinasi dengan Polres Probolinggo, pihaknya bersama ND akhirnya melaporkan adanya ancaman yang ditujukan pada ND, anak di bawah umur.

“Inti kedatangan kami itu untuk meminta perlindungan atas keselamatan ND,” kata Mahtumah, seperti dikutip Tribunnews.com

“Ancamannya disampaikan langsung, karena meski sudah tidak tinggal satu rumah, terkadang terlapor datang berkunjung. Bukti ancaman lagi disampaikan di media sosial FB,” lanjut Mahtumah.

Halaman
1 2
KOMENTAR