BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Rekrutmen Panwascam Sumenep Disoal, Penilaian Tes Tulis Diduga Tidak Transparan

Politik   Dibaca : 410 kali Jurnalis:
Rekrutmen Panwascam Sumenep Disoal, Penilaian Tes Tulis Diduga Tidak Transparan
FaktualNews.co/Supanjie/
Tes tulis rekrutmen Panwascam Sumenep.

SUMENEP, FaktualNews.co – Hasil tes tulis rekrutmen anggota Panwascam Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diselenggarakan Kamis (5/10/2017) lalu resmi diumumkan Minggu (15/10/2017) kemarin.

Berdasarkan berita acara rapat pleno panitia pengawas pemilihan umum Kabupaten Sumenep nomor 13/BA.BAWASLU-PROV.JI-26/X/2017, menyisakan spekulasi dari berbagai kalangan.

Hambali Rasidi, Ketua IKA UINSA Koorda Sumenep dalam rilis ke sejumlah media mengatakan, hasil tes dinilai tidak transparan.

Indikasinya, dari pengumuman yang dinyatakan lulus tes tulis, tidak ada keterangan berdasar apa. Termasuk enam peserta tiap kecamatan yang dinyatakan lulus.

Baca Juga:  Aktivis GAKI Resmi Melaporkan Panwaslu Sumenep ke DKPP

Harusnya, panitia rekrutmen mencantumkan nilai atau hasil tes tulis peserta sebagai acuan yang dinyatakan lulus dan tidak.

“Karena sudah begini, muncul kesan rekrutmen panwascam Sumenep tak transparan,” ujarnya, Senin (16/10/2017).

Mestinya, lanjut Hambali, panitia mengumumkan seluruh hasil tes, baik yang lulus lebih-lebih mereka yang dinyatakan gagal masuk ditahapan berikutnya.

“Boleh dong saya menafsiri atau menduga, jangan-jangan yang dinyatakan lulus sudah berdasar titipan,” imbuhnya.

Ditambahkan, kalau kerja anggota Panwaskab Sumenep profesional, bersikaplah transparan, seluruh pihak yang berpartisipasi baik langsung maupun sekedar mengamati bisa puas.

Baca Juga:  H-1 Penutupan, Pendaftar Panwascam di Sumenep Membludak

“Biar ratusan peserta tes tulis puas atas hasil yang diumumkan, sejak kemarin saja, saya banyak menerima aduan dari peserta rekrutmen Panwascam,” jelasnya.

Hambali pun menuding, beberapa peserta yang lulus seleksi tes tulis memiliki hubungan pertemanan dan kekeluargaan dengan sejumlah komisioner Panwaskab Sumenep.

“Indikator ini mengundang kecurigaan setelah pengumuman hasil tes tulis tidak transparan, ini real dilapangan,” imbuh dia.

Untuk itu, mantan aktivis PMII Surabaya ini berencana berkirim surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Jatim tentang temuan diatas.

Baca Juga:  Rekrutmen Panwascam di Sumenep Sarat "Titipan', Bawaslu Jatim: Itu Pelanggaran Kode Etik

“Saya menunggu hasil finalnya dulu. Saya berharap, surat yang akan kami layangkan ke DKPP dan Bawaslu Jatim bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja panwaskab Sumenep. Sehingga pelaksanaan pesta demokrasi benar diawasi secara serius,” tegasnya.

Lebih jauh, tiga nama yang akan lulus di masing-masing kecamatan pun sudah terdengar dan santer jadi bahan pembicaraan.

“Sebelumnya sudah terdengar siapa saja yg akan diterima tiga orang ditiap kecamatan sebagai anggota panwascam. ini saya akan buktikan nama-nama yang beredar nanti,” tukasnya.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR