FaktualNews.co

Sempat Ditahan RSUD Jombang, Jenazah Pasien Miskin Keluar Setelah Tinggalkan Uang Rp4,5 juta dan KTP

Peristiwa     Dibaca : 1548 kali Penulis:
Sempat Ditahan RSUD Jombang, Jenazah Pasien Miskin Keluar Setelah Tinggalkan Uang Rp4,5 juta dan KTP
FaktualNews.co/Syarief Abdurrahman/
TERLANTAR : Jenazah pasien yang ditahan pihak RSUD Jombang

JOMBANG, FaktualNews.co – Jenazah Soni Andrianto (36) warga Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya bisa dibawa pulang pihak keluarga. Setelah sempat ditahan oleh pihak RSUD Jombang, Selasa (17/8/2017) malam.

Itu setelah pihak keluarga pontang-panting mencari pinjaman uang guna melunasi biaya selama dirawat di rumahsakit. Pihak RSUD Jombang beralasan, Kartu Jombang Sehat (KJS) yang digunakannya tak seluruhnya membayar biaya perawatan Soni selama di rumahsakit pelat merah itu.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Keluarga hanya dapat uang Rp. 4,5 juta, untuk sisanya pihak RSUD minta KTP keluarga sebagai jaminan,” kata adik kandung almarhum Soni, Lesti Yuliani, Rabu (18/10/2017).

Usai memberikan jaminan itu, baru akhirnya manajemen RSUD Jombang memperbolehkan jenazah Soni untuk dibawa pulang pihak keluarga dan dimakamkan.

Lesti menuturkan, Soni dirawat di RSUD Jombang menggunakan fasilitas Kartu Jombang Sehat (KJS) yang notabene program dari Pemkab Jombang. KJS itu diajukan oleh keluarga sehari setelah pasian masuk dan menjalani perawatan di RSUD Jombang.

“Kakak saya masuk ke sini Rabu (11/10/2017), Kamis kita ajukan KJS namun baru di tanda tangani dokter pada Jumat (13/10/2017) siang,” imbuhnya.

Menurutnya, pihak RSUD beralasan jika KJS hanya menanggung biaya perawatan mulai Jumat. Setelah dokter RSUD Jombang membubuhkan tanda tangan dan kartu sakti itu dikeluarkan oleh Dinas Sosial.

Namun, selama dua hari perawatan sebelumnya, pasien miskin ini harus membayar sendiri lantaran masuk kategori umum. Pihak keluarga pun harus kelabakan mencari pinjaman agar jenazah bisa dibawa pulang.

Kendati akhirnya, Lesti hanya bisa mendapatkan pinjaman uang sebesar Rp4,5 juta. Uang tersebut kemudian diserahkan ke bagian pembayaran.

“Ya itu tadi, kami juga diminta jaminan KTP, baru jenazahnya bisa diambil,” tandasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...