BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Soal Jenazah Ditahan, Dirut RSUD Jombang : Tidak Benar, Hanya Sedikit Tertunda Kepulangannya

Peristiwa   Dibaca : 446 kali Jurnalis:
Soal Jenazah Ditahan, Dirut RSUD Jombang : Tidak Benar, Hanya Sedikit Tertunda Kepulangannya
FaktualNews.co/Syarief Abdurrahman/
Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran

JOMBANG, FaktualNews.co – Manajemen RSUD Jombang akhirnya buka suara perihal adanya dugaan penahanan jenazah Soni Andrianto (36) warga Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran membantah jika pihak rumahsakit sudah menahan jasad Soni, pasien miskin korban kecelakaan tunggal. Saat hendak di bawa pulang oleh pihak keluarga, Selasa 17 Oktober 2017 malam.

“Pada pasien ini tidak ada penahanan jenazah beliau, yang benar adalah penyelesaian administrasi oleh keluarga sehingga ada jeda waktu,” kata Pudji Umbaran melalui pesan yang dikirimnya, Kamis (19/10/2017).

Baca Juga:  Pelayanan RSUD Jombang Dikeluhkan, Direktur: Kami Siap Melakukan Perbaikan

Puji berdalih, pasien atas nama Soni tidak masuk data based pengguna Kartu Jombang Sehat (KJS). Sehingga ada beberapa pembayaran yang harus diselesaikan oleh pihak keluarga pasien.

Menurutnya, pasien yang tidak masuk data based KJS, maka sebelum kartu KJS keluar ada biaya yang mesti ditanggung pasien. Lantaran saat masuk ke RSUD Jombang, pasien menggunakan jalur umum. Akibatnya, kepulangan jenazah agak sedikit tertunda.

“Korban masuk RSUD pada hari Rabu (11/10/2017), keluarga korban lalu mengurus surat keterangan kecelakaan dari Satlantas. Ini yang membuat klaim KJS terlambat ditanda tangani dokter,” tambahnya.

Baca Juga:  Sudah Sejak Lama Pelayanan RSUD Jombang Dikeluhkan

Lanjut Puji, dalam proses pengurusan KJS, RSUD memberikan waktu 2×24 jam dan harus diserahkan ke petugas. Ini mengacu pada Perbup Jombang tentang KJS. Hal ini berbeda bagi pasien yang sudah masuk data based KJS. Maka pasien akan di bebaskan sejak masuk rumahsakit.

“Komitmen RSUD Jombang adalah mengutamakan keselamatan pasien, sehingga tetap dilakukan tindakan penyelamatan, namun billing ditagihkan di belakang,” tuturnya.

Puji juga menyarankan jika pasien yang benar-benar tidak mampu maka segera minta pernyataan perangkat desa yang bertanggung jawab. Selanjutnya, biaya pengobatan akan di bebankan pada pembiayaan KJS RSUD Jombang.

Baca Juga:  Jenazah Pasien KJS Tertahan dan Harus Bayar Mahal, Buntut Lambatnya Pelayanan Administrasi di RSUD Jombang

“Kami sudah evaluasi bersama tim terkait masalah ini dan kondisi ekonomi pasien. Sesuai arahan Bapak Bupati terkait program KJS dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat Jombang yang kena musibah kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu Puji, sudah melakukan penelusuran sampai tingkat pelayanan. Ia berkesimpulan, jika tidak ada keterlambatan dalam pemberian pelayanan dokter. Yang ada yaitu terlambat dalam pengurusan surat keterangan kecelakaan oleh keluarga dari Satlantas.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR