BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Dorong Gerobak Dari Madiun ke Surabaya Untuk Kesembuhan Sang Anak, Faktanya..

Unik   Dibaca : 397 kali Jurnalis:
Dorong Gerobak Dari Madiun ke Surabaya Untuk Kesembuhan Sang Anak, Faktanya..
Suprijadi (52) membopong Waras Yanuar (14) anaknya yang lumpuh. (Facebook/Yuni Rusmini)

FaktualNews.co – Betapa besar perjuangan seorang orang tua demi kesembuhan anaknya. Mereka rela mengorbankan apapun yang dipunyai bahkan rela menempuh perjalanan jauh untuk kesembuhan sang anak.

Seperti yang dilakukan oleh seorang bapak asal Madiun, Jawa Timur, yang rela mendorong gerobak sejauh 170 kilometer demi kesembuhan anaknya.

Bapak ‘Super Hero’ ini bernama Suprijadi (52), tanpa letih berjuang demi kesembuhan anaknya yang bernama Waras Yanuar (14), yang mengalami kelumpuhan karena demam tinggi.

Nah, sejak bulan April lalu, ia sudah empat kali membawa anaknya dengan mendorongnya di atas gerobak dari Saradan Madiun menuju Surabaya.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Mustofa Dua Kali Embat Handphone Pasien RS dr Soetomo

Dari keterangan yang di media sosial Facebook, Suprijadi merupakan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Orang tua bawa anak berobat pakai gerobak-2

Waras Yanuar (14) anak Suprijadi (52) yang dibawa berobat menggunakan gerobak. (Facebook/Yuni Rusmini)

Cerita ini diunggah oleh akun Facebook bernama Yuni Rusmini pada Kamis, 19 Oktober 2017. Dengan caption seperti ini:

Subhanallah……
Ini Bukan cerita film atau sinetron ,Ini kejadian nyata….. perjuangan seorang bapak menjadi super hero untuk anaknya yg Sakit.
Ini ceritanya……👇👇👇💪💪💪❤️❤️❤️❤️👍👍

“”SUPRIADI,,WARGA MADIUN,,MENDORONG GEROBAK,,SEJAUH 170 KILOMETER,,DEMI KESEMBUHAN ANAKNYA,,.””

Sejak bulan April lalu, Suprijadi (52) sudah empat kali membawa Waras Yanuar (14) dengan mendorongnya di atas gerobak dari Saradan Madiun menuju Surabaya.

Suprijadi memilih jalan sendiri untuk berjuang mencari kesembuhan anaknya yang lumpuh karena sakit panas ini. Karena Kartu Keluarga (KK) belum beres sampai sekarang.

Sebelum mendorong gerobak ke Surabaya, Suprijadi sudah sering mendorong anaknya di atas gerobak untuk periksa di Puskemas Caruban Madiun dan Wilangan Nganjuk.

“Setiap anak saya kambuh kejang saya bawa ke Puskesmas dengan naik gerobak,” katanya.

Di perjalanan, Suprijadi memodifikasi gerobak buatan sendiri ini dengan kelambu kain seadanya. Di perjalanan kalau Yanuar lapar dan haus dia berhenti ke warung. Setiap perjalanan dia membawa uang saku Rp100 ribu sampai Rp150 ribu hasil pemberian orang di kampung atau hasil kerja di sawah.

“Saya mau minta tolong orang ya sungkan. Saya dorong saja anak saya sak teko tekone (sampai di tujuan),” katanya.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR