FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Wanita Tewas Di JPO Darmo Surabaya, Diduga Terjatuh Karena Asmanya Kambuh

Peristiwa     Dibaca : 816 kali Jurnalis:
Wanita Tewas Di JPO Darmo Surabaya, Diduga Terjatuh Karena Asmanya Kambuh
FaktualNews.co/Ekoyono/
Mayat perempuan ditemukan di JPO Jalan Raya Darmo Surabaya.

SURABAYA, FaktualNews.co – Seorang perempuan yang ditemukan tewas di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Raya Darmo Surabaya, Jumat (20/10/2017) diketahui bernama Silvi (35).

Korban diketahui mempunyai riwayat penyakit sesak nafas. Hal ini diketahui dari keterangan teman korban Achmad Setyowati.

“Sudah sekitar 6 tahun dan apabila menaiki tangga atau melakukan pekerjaan yang berat, korban merasa sesak nafas,” kata dia.

Korban diketahui bekerja di ruko Darmo Square dan diduga sepulang kerja menyeberang JPO penyakit sesak nafas korban kambuh.

“Sesuai keterangan dari saksi yakni teman korban, dirinya mengidap penyakit sesak nafas,” sebut Kapolsek Tegalsari Surabaya, Kompol David Triyo Prasojo, kepada FaktualNews.co di lokasi kejadian.

Sehingga ketika korban ini menaiki tangga JPO sisi barat dirinya merasa berat dan sesak nafas hingga saat akan turun di sisi jembatan sebelah Timur korban diduga tidak kuat dan terjatuh.

Dilokasi kejadian, juga ditemukan muntahan darah kemudian korban berpegangan pada besi pegangan tangga hingga sampai bawah, diduga saat sampai bawah korban terjatuh dengan posisi tertelungkup.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada diri korban. “Barang -barang milik korban berupa, tas warna hitam dan sebuah handphone masih ada,” jelasnya.

Hal tersebut juga diperkuat oleh rekaman CCTV yang terdapat di JPO, bahwa korban sebelum terjatuh terlihat berjalan pelan-pelan seperti kelelahan, kemudian mulai menepi kepinggiran JPO sambil memegang perut. Selanjutnya korban tetap melanjutkan langkah dan akhirnya terjatuh.

“Kesimpulan awal bahwa korban tersebut tewas dikarenakan sakit menahun yang dideritanya yang puncak serangnya terjadi saat naik JPO,” pungkas David.

Editor
Saiful Arief