BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Ketua MPR: Kiai Hasyim Tokoh Penting yang Melahirkan Nasionalisme

Nasional   Dibaca : 186 kali Jurnalis:
Ketua MPR: Kiai Hasyim Tokoh Penting yang Melahirkan Nasionalisme
FaktualNews.co/Istimewa/
KH. Salahuddin Wahid (kiri) dan Zulkifli Hasan (kanan), saat Penandatanganan nota kesepahaman dan kerjasama antara MPR RI dan Universitas Hasyim Asy'ari Jombang untuk mensosialisasikan Empat Pilar.

JOMBANG, FaktualNews.co – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan, menilai Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari merupakan tokoh diantara tokoh terpenting yang melahirkan nasionalisme.

Menurut Zulkifli, pemikiran dan seruan KH Hasyim Asy’ari tentang nasionalisme, bahkan menjadi jargon yang sangat mempengaruhi kehidupan dan pemikiran umat Islam di tanah air.

“Jargon hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman), yang ditegaskan lagi dengan seruan Resolusi Jihad, menjadi pegangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dengan pekikan takbir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sinyal Koalisi PAN-PKB di Pilgub Jatim Menguat

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini saat menjadi Keynote Speaker pada seminar yang digelar Pusat Kajian Pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (21/10/2017).

Zulkifli Hasan menyebut, Kiai Hasyim adalah orang yang secara formal menyerukan Resolusi Jihad, yang menjadi pegangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dengan pekikan takbir pada waktu itu.

“Tanpa jargon yang dilontarkan KH Hasyim Asy’ari tersebut, mungkin kita tidak akan pernah mendengar orasi berapi-api dari Bung Tomo dengan pekikan Allohu Akbar, yang menggelorakan semangat Arek-arek Suroboyo untuk melakukan perlawanan,” tegasnya.

Baca Juga:  Zulkifli Hasan: Jabatan Bukan Jalan Singkat Menjadi Kaya

Karena jargon tersebut, imbuh Zulkifli, umat Islam di seantero nusantara saat itu memiliki pemahaman yang baru, bahwa berjuang untuk memerdekakan bangsa dari penjajahan juga termasuk dalam kategori jihad dan berstatus hukum fardlu ‘ain alias wajib atas setiap muslim.

Dalam jargon itu, tampak sekali bahwa Kiai Hasyim menjadikan Islam sebagai landasan dan spirit bagi konsepsi nasionalisme. “Islam menjadi modal pergerakan yang mampu memobilisasi sangat banyak orang tanpa rasa takut. Dan, hanya ulama sekelas Mbah Hasyim-lah yang memiliki kapasitas untuk melakukan itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemprov DKI Namakan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Ini Alasanya?

Pria kelahiran Lampung ini menegaskan, jika bukan ulama sekelas Kiai Hasyim, jargon tersebut pasti akan dianggap ahistoris dan kurang memiliki landasan serta sumber-sumber otoritatif dalam Islam.

“Namun, karena Kiai Hasyim yang melontarkannya, maka tidak ada yang berani mengatakan demikian. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa jargon hubbul wathan minal iman tersebut adalah hadits,” ulas Zulkifli.

Halaman
1 2
KOMENTAR