FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hari Santri Nasional, Polres Sampang Buka Pelayanan SIM di Pesantren

Nasional   Dibaca : 228 kali Jurnalis: Muhammad Syafi'i
Hari Santri Nasional, Polres Sampang Buka Pelayanan SIM di Pesantren
FaktualNews.co/Istimewa/

SAMPANG, FaktualNews.co – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, membuka pelayanan SIM di Pesantren. Itu sebagai salah satu bentuk untuk menyemarakkan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2017.

Selain terobosan inovatif dengan menggelar kegiatan pelayanan SIM masuk pesantren, Polres Sampang melalui program itu juga melakukan sosialisasi santri pelopor tertib berlalu lintas.

Kasatlantas Polres Sampang, AKP Musa Bahtiar, dalam keterangannya kepada media NU Online, di Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Kelurahan Sampang, Kabupaten Sampang, Sabtu, 21 Oktober 2017, mengatakan, inovasi pelayanan SIM ke Pesantren adalah memediasi kalangan yang seringkali kesulitan mengurus SIM karena kendala waktu.

“Kami jemput bola dengan masuk ke pondok pesantren, memberikan layanan pembuatan SIM. Santri ini kan terkendala waktu apabila mengurus SIM di kantor karena kesibukan belajar. Makanya kami jemput bola untuk memberikan solusi,” terangnya.

Namun begitu, para santri tidak serta merta mudah mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Para santri tetap harus melalui prosedur, seperti tes kesehatan, ujian tulis, dan ujian praktik berkendara.

“Dalam momentum Hari Santri Nasional ini kami mengajak para santri menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Harapan kami, santri menjadi contoh bahwa penggunaan helm dan tertib berlalu lintas untuk kepentingan pribadi,” sambung Kasatlantas Polres Sampang.

Sekretaris Pesantren Assirojiyyah, Agus Adnani mengatakan, jumlah santri yang mengajukan permohonan SIM sebanyak 55 santri. “Insyaallah jumlahnya akan bertambah,” tukasnya.

Pantuan dilokasi, ujian praktek berkendara diwarnai gelak tawa, pasalnya beberapa santri yang memakai sarung terlihat kesulitan saat melintas di jalur yang diberi tanda oleh polisi. Namun, para santri tetap semangat melaju di lintasan hingga dinyatakan lulus.

Editor
Muhammad Syafi'i