BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Dua Yayasan di Sumenep ‘Rebutan’ Wisata Religi Asta Tinggi

Peristiwa   Dibaca : 203 kali Jurnalis:
Dua Yayasan di Sumenep ‘Rebutan’ Wisata Religi Asta Tinggi
FaktualNews.co/Supanjie/
Ketua YPS Mohammad Amin saat berorasi didepan wisata religi asta tinggi

SUMENEP, FaktualNews.co – Keberadaan wisata religi Asta Tinggi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendadak memanas. Puluhan aparat kepolisian dari Mapolsek Kota dan Mapolres setempat disiagakan untuk mengamankan dua yayasan yang saling bersitegang, Senin (23/10/2017).

Pantauan media di lokasi, ada dua kelompok massa yang bersitegang. Mereka dari Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti) dan Yayasan Panembahan Somala (YPS). Ketegangan terjadi persis di depan pintu masuk tempat makam raja-raja Sumenep.

Menurut informasi, insiden bermula saat YPS hendak menggelar acara sosialisasi yang diklaim untuk penyegaran pengelola wisata religi setempat. Namun karena tanpa izin, pihak Yapasti menghalangi mereka dengan cara menutup akses masuk dan sejumlah orang berdiri tegak didepan pintu masuk bagian dalam.

Baca Juga:  Keindahan Pulau Saur Saebus Sapeken Potensial Menarik Minat Wisatawan

Alhasil, dari rencana agenda pengenalan Kepala Jaga Asta Tinggi oleh YPS berubah menjadi aksi saling ungkit kepemilikan Asta Tinggi. Dari luar pintu, YPS mengklaim sebagai yang paling berhak, dari balik gerbang Yapasti pun menyatakan hal serupa.

Masing-masing pihak membeberkan bukti keabsahan mereka sebagai pemilik dan pengelola. Yapasti berpegangan terhadap SK Gubernur Jatim, sementara YPS berpatokan pada SK raja-raja tempo dulu.

Baca Juga:  Satu Hektar Pohon Cemara di Batang-batang Sumenep Dilalap Sijago Merah

“Kami datang kesana bermaksud untuk menegaskan adanya struktur yang berhak mengelola dan merawat Asta Tinggi,” kata Ketua YPS Mohammad Amin.

Menurutnya, yang berhak untuk mengelola Asta Tinggi adalah YPS. Karena yang mendapat mandat langsung dari Raja Sumenep adalah YPS. Sementara saat ini pengelolaan Asta Tinggi adalah Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti).

Versi pengurus YPS, keabsahan kepengurusan Yapasti untuk mengelola Asta Tinggi tidak sah. Karena prioderisasinya sudah habis sejak tahun 2016. “Kami audah 10 tahun tidak diperbolehkan masuk (ke asta tinggi) dan selalu dihalang-halangi pihak Yapasti,” jelasnya.

Baca Juga:  Panwaslu Sumenep Akan Pindahan Kantor

Terpisah, Kuasa hukum Yapasti, Farid Fatoni mengatakan, aksi yang dilakukan oleh pihak YPS termasuk tindakan yang tidak beradab. Karena sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/250/KPTS/013/ tahun 2008 pengelolaan dan status kepemilikan adalah Yapasti.

Tidak hanya itu, keabsahan Yapasti sebagai pengelola dan pemilik Asta Tinggi juga berdasarkan registrasi nomor 3529/SI/1 yang dikeluarkan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur.

Halaman
1 2
KOMENTAR