FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mampet, Pelanggan PDAM Lamongan Krisis Air

Peristiwa     Dibaca : 601 kali Jurnalis:
Mampet, Pelanggan PDAM Lamongan Krisis Air
FaktualNews.co/Ahmad Faisol/
Petugas PDAM berupaya melakukan perbaikan pipa yang bocor.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Sejumlah warga di Kecamatan Kota, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mampet sejak empat hari terakhir.

Tak keluarnya air PDAM terjadi di Jalan Lamongan Rejo, Panglima Sudirman, Veteran, Suwoko, Kinameng, Merpati, Kompol M Duriat, dan kecamatan Deket. Pelayanan yang selama ini kurang maksimal, seperti air harus dipompa dan air tak bisa jernih, kini lebih sengsara lagi.

Air PDAM tak keluar sama sekali. Totok salah satu pelanggan PDAM, sejak 3 hari ini terpaksa mengambil air sumur untuk keperluan sehari-hari.

“Sejak saluran PDAM tidak menggeluarkan air, saya manfaatkan air sumur desa untuk masak, mandi dan mencuci,” keluh warga Desa Tumenggungan ini, Senin, (23/10/2017).

Tak hanya Totok, ratusan pelanggan PDAM di wilayah Temenggungan juga mengalami nasib yang sama. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih lantaran air dari PDAM mampet.

“Kami berharap agar PDAM segera melakukan upaya agar pipa saluran yang ke rumah-rumah warga pelanggan segera kembali mengeluarkan air,” terangnya.

Tak hanya itu, keluhan juga disampaikan Jamaah Masjid Agung Lamongan. Sebab, tak mengalirnya air dari perusahaan milik daerah ini membuat warga yang hendak bersuci mengalami kesulitan.

“Berat kalau air tidak keluar. Kita harus antre. Bayangkan, jamaah segini banyak, tapi tempat wudlunya hanya satu. Itu pun dari selang dari air sumur,” kata Haji Junari, jamaah dari Tlogoanyar yang harus antre wudlu.

Sementara itu, Direktur PDAM Lamongan Maksum saat dikonfirmasi menjelaskan, air PDAM tidak keluar karena ada kebocoran berat di bawah rel PT KAI di terminal. Karena itu, pihaknya mematikan saluran air untuk sementara.

“Karena mengalami kebocoran, maka pasokan air yang melalui pipa utama ditutup dan dialihkan ke saluran pipa lain,” ujar Maksum.

Maksum sendiri mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin dari PT KAI untuk melakukan perbaikan. Sebab, untuk memperbaiki kebocoran tersebut PDAM, harus meminta izin ke PT KAI.

Editor
Z Arivin