BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Santri Asal Jombang Diundang Unesco PBB di Filipina

Ekonomi   Dibaca : 349 kali Jurnalis:
Santri Asal Jombang Diundang Unesco PBB di Filipina
FaktualNews.co/Syarief Abdurrahman/
Santri asal Jombang (dua dari kiri) saat menghadiri Entrepreneurship Education Unesco, PBB, di Manila.

JOMBANG, FaktualNews.co – Warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, patut berbangga. Sebab, salah satu santri terbaiknya turut serta dalam acara Entrepreneurship Education yang dilaksanakan oleh UNESCO PBB di Manila, Filipina pada tanggal 22-25 Oktober 2017.

Adalah Akhmad Kanzul Fikri (30) warga Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Fikri sendiri tergabung dengan 125 peserta dari 19 negara di seluruh dunia. Ia berangkat ke Filipina setelah sebelumnya di undang secara langsung oleh UNISCO.

“Dari Indonesia hanya delapan orang termasuk saya sendiri. Sebelumnya saya pernah ikut acara UNESCO di Bangkok, Thailand,” jelasnya, Selasa (24/10/2017).

Baca Juga:  Khataman Kitab Kuning, Santri di Jombang Gelar Syukuran

Menurut Fikri, peserta dipilih dari kalangan Policy makers, profesional, entrepeneur, pendidik, dan experts. Dalam kegiatan ini, peserta akan mengikuti seminar dan diskusi terbuka terkait entrepeneur di negara masing-masing.

Setiap peserta dituntut menjadi penggerak setelah kembali negaranya masing-masing. Peserta ini diharapkan membawa virus semangat dan perubahan menuju dunia yang damai dan prestasi.

“Dari negara ASEAN ada Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Singapura yang saya tahu. Dari negara lain ada India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, China, Korea, Japan dan masih banyak lagi,” paparnya.

Baca Juga:  Wabup Jombang Dorong Santri Produktif di Dunia Perfilman

Setiap peserta, sebut Fikri, hanya dibebani biaya pesawat dari negara asal ke Manila. Selanjutnya, selama di lokasi akan ditanggung panitia. Baik meliputi hotel, makan dan kebutuhan lainnya disediakan panitia,” tambahnya.

Bagi Fikri, santri harus go Internasional agar mampu membuka cakrawala dan dinamika pemikiran dunia. Selain itu, hasil pertemuan ini menyebutkan pendidikan di abad 21 menuntut inovasi dan kreasi dalam mengembangkan bakat entreprenuership peserta didik. Diharapkan kelak mereka mampu mengantisipasi perubahan yang cepat (shift changing) dan tak pasti (uncertain).

Baca Juga:  Kisah Kota Berat, Kota Seribu Jendela di Albania

“Santri, disamping belajar Kitab Kuning, sudah selayaknya membekali dirinya dengan wawasan global dan mampu menguasai bahasa Asing” tuturnya.

Terahir, Fikri mengaku semua pihak punya kesempatan mengahadiri acara yang dilaksanakan oleh PBB. Semua tergantung kemauan dan niat yang kuat dari pribadi masing-masing. Setiap bulan Oktober-November biasanya PPB mengundang Putera terbaik dari ratusan negara untuk diskusi dan kumpul bersama.

Editor
KOMENTAR