BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Sindikat Penipuan Dokumen Berharga Diringkus Polretabes Surabaya

Kriminal   Dibaca : 481 kali Jurnalis:
Sindikat Penipuan Dokumen Berharga Diringkus Polretabes Surabaya
FaktualNews.co/Ekoyono/
Kapolrestabes Surabaya saat pamerkan 8 pelaku sindikat penipuan antar pulau.

SURABAYA, FaktualNews.co – Sindikat penipuan juga pemalsuan dokumen antar kota dan antar pulau dibekuk oleh Unit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Mereka dibekuk pada, Sabtu 21 Oktober 2017 yang lalu sekitar pukul 21.00 WIB, usai memperdayai salah satu korban yakni, Marsiah, perempuan warga Jalan Bogen Surabaya.

Ke delapan pelaku diantaranya Abdul Malik (41) yang tinggal di Sutorejo Utara Gg.4 Surabaya, Irsan Petang (34), Adi (30), Reno Firmanayah (42), Sapri (47), Agus (40), Muh.Yusuf (36) dan Supriadi (36) kesemuanya adalah berasal dari Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan.

Dalam melancarkan aksi penipuan tersebut, kelompok yang diketuai oleh Abdul Malik ini membuat dengan mencetak sendiri dokumen perusahaan, data penting hingga cek (Bilyet) dari beberapa bank yang jumlahnya mencapai milyaran. Lalu setelah data perusahaan abal-abal tersebut lengkap lalu mereka ini berbagi tugas. Tersangka Adi, Sapri sebar brosur dokumen dan Irsan, Reno, Jum Agus, Yusuf serta Supriadi kebagian telpon calon korban.

Baca Juga:  Tarik Paksa Hanphone Remaja, Petugas Cleaning Service Asal Surabaya Dihajar Warga

Berkas dalam amplop yang akan di sebar itu, menurut tersangka Malik, dirinyalah yang menjadi otak aksi penipuan ini. Sedangkan rekan-rekannya tinggal menyebar amplop tersebut ke depan toko, jalan raya juga pertokoan ataupun mall. “Saya yang mempunyai ide dan menyediakan semua alat cetak”, jelas tersangka Malik.

Baca Juga:  Belasan Anak-anak Terjaring Razia Polisi di Tempat Hiburan Malam

Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal menjelaskan modus operandi yang dilakukan kelompok penipuan antar kota bahkan provinsi ini, begitu berkas dalam amplop tadi disebar, maka pasti ada orang yang menemukannya. Begitu korban menemukan 1 bendel surat berharga perusahaan dan korban langsung menelpon nomor pemiliknya yang tertera dalam amplop tadi.

“Untuk mengelabui para korban, pelaku membuat dokumen palsu perubahan SIUP dan cek senilai Rp3,4 miliar, lalu dokumen tersebut dimasukkan ke dalam amplop warna coklat setelah itu amplop disebar di jalan-jalan,” sebut Iqbal kepada FaktualNews.co, Minggu (29/10/2017).

Baca Juga:  Dua Kali Dipenjara, Mat Subur Tak Jera untuk Mencuri Lagi

Daerah operasi kelompok ini, lanjut Iqbal meliputi di wilayah Surabaya, Mojokerto Pasuruan juga beberapa wilayah lain di Indonesia. Kemudian jika amplop coklat berisi dokumen palsu tersebut ditemukan oleh korban, maka setelah itu korban pasti akan menghubungi pelaku menggunakan nomor ponsel yang tercantum pada dokumen palsu.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR