BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Marbot Ponpes Darul Ulum Jombang yang Tewas Penuh Luka, Sosok yang Cekatan

Peristiwa   Dibaca : 388 kali Jurnalis:
Marbot Ponpes Darul Ulum Jombang yang Tewas Penuh Luka, Sosok yang Cekatan
FaktualNews.co/R Suhartomo/
Polisi mengevakuasi jasad Slamet korban perampokan disertai pembunuhan.

JOMBANG, FaktualNews.co – Slamet (60) yang ditemukan tewas di bantaran tepi sungai Brantas di Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga korban perampokan dan pembunuhan, Senin (30/10/2017).

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (Sebelumnya tertulis Dahrul Ulum) Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, KH Mustain Hasan, mengaku tak menyangka dengan apa yang terjadi kepada Slamet. Selama ini, Slamet merupakan sosok yang bertanggungjawab.

“Saya suruh menjaga pondok putri, kalau ada tamu yang tidak membawa surat tidak dibolehkan. Selain itu, tamu kalau tidak dikenal ya tidak dibolehkan. Karena sudah terbiasa,” ungkapnya kepada awak media, Senin (30/120/2017).

Baca Juga:  Temukan Rp 300 Juta, Motif Pembunuhan Istri Polisi di Jombang Bukan Sekadar Perampokan

KH Mustain menuturkan, memang Slamet memiliki banyak uang. Itu didapatnya dari orang yang sering meminta jasa Slamet. baik untuk membelikan sesuatu, maupun pekerjaan lainnya.

“Kalau siang bantu-bantu di Madrasah, jadi memang banyak uang karena banyak yang menyuruh. Tidurnya di pondok putri,” imbuhnya.

Baca Juga:  Melawan, Kaki Pelaku Pembunuhan Istri Polisi Jombang Ditembak

Menurutnya, Slamet memang sering sering memamerkan uangnya kepada masyarakat. Tapi karena mengalami gangguan jiwa, jadi hanya ditertawakan oleh warga.

“Mungkin karena uangnya diketahui orang lain, diminta tidak boleh, mungkin terus dibunuh itu. Jumlahnya berapa, saya belum jelas,” tuturnya.

Baca Juga:  Truk Korban Perampokan Ngumpul Jombang Ditemukan di Pasuruan

Terakhir kali, lanjut KH Mustain, ia bertemu dengan Slamet pada Sabtu 28 Oktober 2017. Ketika itu, KH Mustain usai mengaji di pondok.

“Kemarin lusa saya ngaji, saya ini dapat berkat (makanan) mau tak kasihkan anak panti, tapi diambil sama dia. Tidak pernah curhat akhir-akhir ini, kalau curhat itu selalu menunggu saya,” tandasnya.

Editor
KOMENTAR