FaktualNews.co

Oknum Guru di Sampang Diduga Cabuli Siswa

Kriminal     Dibaca : 1517 kali Penulis:
Oknum Guru di Sampang Diduga Cabuli Siswa
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi pencabulan.

SAMPANG, FaktualNews.co – Dunia pendidikan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, didera rumor tak sedap. Bagaimana tidak seorang oknum guru diduga melakukan pencabulan.

Oknum guru tersebut diduga merupakan tenaga pendidik di SDN Gulbung III, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang. Menurut sember yang engan disebutkan identitasnya. Oknum guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial HS itu telah diciduk aparat kepolisian, Sabtu (4/11/2017) malam.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Masalah ini saya tidak tahu persis, tapi sementara ini sepertinya benar. Ada oknum guru kami yang melakukan dugaan pencabulan. Saya dengar itu kemarin dari sesama guru yang memberitahukan kepada saya,” kata Achmad Safii Kepala Sekolah SDN Gulbung III, Senin (6/11/2017).

Safii menuturkan, oknum guru yang diduga melakukan pencabulan itu korbanya bukanlah pada siswanya. Melainkan terhadap alumni SDN Gulbung 1 yang jarak sekolahnya sekitar 500 meter dari SDN Gulbung III.

“Kalau korbanya sebenarnya bukan di sekolah ini melainkan sekolah tetangga yakni SDN Gulbung I, itupun siswanya sudah alumni,” imbuhnya.

Oknum guru berinisial HS itu, hari ini dipastikan tidak ngantor untuk mengajar. “Katanya yang bersangkutan sudah diamankan polisi tapi kebenaranya kami kurang tau,” paparnya.

Terpisah Kepala Sekolah SDN Gulbung I Mohammad As’ad juga mengakui adanya dugaan pencabulan tersebut. Bahkan pihaknya menyatakan korban adalah alumni siswanya.

“Iya korban adalah alumni siswa kami. Inisialnya F warga Gulbung, jujur saja saya kaget mendengar kabar ini,” singkatnya.

Meski nformasi yang berhasil diperoleh di lapangan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru SD berstatus PNS itu dibenarkan oleh dua orang kepala tersebut. Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...