FaktualNews.co

Dekat Pemukiman Penduduk, Warga Tolak Pembangunan TPS3R

Peristiwa     Dibaca : 1136 kali Penulis:
Dekat Pemukiman Penduduk, Warga Tolak Pembangunan TPS3R
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi

MOJOKERTO, FaktualNews.co – warga Dusun Sarirejo, Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan pembangunan tempat penampungan sementara reuse reduce recycle (TPS 3R) di Dusun Ketawang, desa setempat.

Mereka khawatir adanya TPS3R itu akan membahayakan kesehatan dan nyawa warga. Sebab, TPS3R itu berada tak jauh dari pemukiman padat penduduk dan hanya berjarang sekitar 100 meter.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Aksi protes ini karena warga khawatir akan menimbulkan penyakit. Lokasi pembangunan ini dekat dengan pemukiman warga warga. Banyak lalat dan bisa mengganggu kesehatan warga karena menimbulkan bau tak sedap,” ungkap Ansori (34).

Selain itu, lanjut Ansori warga mengaku, tidak pernah diajak urun rembuk oleh aparatur pemerintah desa terkait dengan pembangunan TPS3R itu. Selama ini, pemerintah desa tidak melakukan sosialisasi kepada warga.

Warga meminta agar proyek tersebut dihentikan dan lokasinya dipindah ke lokasi lain yang tidak dekat dengan perkampungan warga. Warga mengancam jika proyek proyek pembangunan TPS3R tersebut tidak direlokasi, warga akan melakukan aksi demo lagi.

Dikonfirmasi terspisah, Kepala Desa (Kades) Tampungrejo, Nurhayati mengaku, jika proyek pembangunan TPS3R tersebut sudah dimusyawarahkan dengan perangkat desa melalui kepala dusun dan tokoh masyarakat masing-masing.

“Kami sudah kumpulkan dan meminta saran dimana akan dibangun TPS 3R,” ujarnya.

Melalui musyawarah itu, disepakati jika program bantuan pemerintah senilai Rp600 juta tahun 2017 tersebut dibangun di tanah kas desa (TKD) Dusun Ketawang. Kades pun meminta agar mensosialisasikan ke warga.

“Lokasinya memang kebetulan dekat dengan perkampungan warga Dusun Sarurejo. Sebelumnya tidak ada laporan penolakan warga tapi setelah dimulai pembangunan, tiba tiba warga protes dan menolak. Ya nanti kita musyawarahkan lagi, nanti kelanjutannya menunggu hasil pembahasan di desa,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...