FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Siswa SMK Dihukum Push Up dan Ditendang Oknum Guru Gara-gara Tak Kerjakan Tugas

Nasional     Dibaca : 453 kali Jurnalis:
Siswa SMK Dihukum Push Up dan Ditendang Oknum Guru Gara-gara Tak Kerjakan Tugas
FaktualNews.co/Istimewa/
Guru aniaya muridnya di Tangerang.

FaktualNews.co – Aksi kekerasan yang dilakukan oknum tenaga pengajar terhadap siswanya kembali terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan.

Dalam video yang beredar di media sosial YouTube tersebut, oknum guru pria yang mengenakan baju batik biru menendangi tubuh muridnya berkali-kali di dalam ruang saat jam kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Perbuatan guru yang belum diketahui identitasnya ini diduga terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.

Video guru tendangi murid itu memiliki durasi satu menit, 25 detik.

Dalam video terekam seorang murid yang sedang menjalani hukuman push up.

“Selesai” ujar sang murid sembari meninggalkan sang guru.

Namun, usai ia menjalani hukuman push up, tiba-tiba murid itu dipanggil sang guru.

“Hei balik lagi” ujar sang guru yang nampak sibuk memainkan telepon genggamnya.

Selanjutnya, guru tersebut melakukan kekerasan dengan menendang kepala murid tersebut yang sedang duduk di lantai.

Sementara itu, Kepala Polsek Cisoka, AKP Amanta, membenarkan tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru tersebut dan saat ini kepolisian sedang menyelidiki kasus ini.

“Betul, kami sedang cek lapangan. Korbannya M (15 tahun). Pelakunya guru honorer,” jelasnya, seperti dikutip dari VIVA.co.id, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, berdasarkan penyelidikan sementara, guru itu menendangi muridnya yang berinisial M. Karena, korban tidak mengerjakan tugas yang diberikannya.

Awalnya, guru itu hanya memberikan hukuman fisik berupa push up di lantai depan kelas. Namun, M melaksanakan hukuman dengan bercanda.

Karena itulah, sang guru memanggil lagi M dan langsung menendangi tubuh murid kelas 10 itu di lantai.

“Pihak sekolah telah memecat guru itu. Sedangkan, korban telah mendapatkan pendampingan dari psikolog,” ungkap Amanta.

Kasus ini terungkap setelah video tindak kekerasan itu beredar luas di media sosial.

Editor
Saiful Arief