FaktualNews.co

Tersengat Listrik Saat Benahi Kanopi, Warga Surabaya Tewas

Peristiwa     Dibaca : 705 kali Jurnalis:
Tersengat Listrik Saat Benahi Kanopi, Warga Surabaya Tewas
FaktualNews.co/Ekoyono
Proses evakuasi korban

SURABAYA, FaktualNews.co – Eko Afian, tukang kanopi asal Jalan Gunung Anyar Sawah, tewas saat membehani bagian atap (talang) rumah milik Ahmad Khoirul Hadi, di Jalan Warga Gunung Anyar Lor IV/1 Surabaya, Sabtu (25/11/2017).

Informasinya, peristiwa yang menggegerkan warga Gunung Anyar Lor Surabaya itu berawal pada pukul 08.15 WIB, ketika korban tiba di rumah Khoirul Hadi bersama Darsono untuk mengelem talang yang bocor akibat hujan deras yang mengguyur kota Surabaya.

Pada saat korban berada di atas, mendadak memanggil Darsono, temannya, untuk meminta tolong mengambilkan alat bor. Bencana terjadi saat korban yang masih di atas berjalan terpeleset, jari kaki kirinya mengenai kabel listrik bertekanan tinggi.

Itulah yang menyebabkannya dirinya tersetrum dengan posisi kepala menggantung di bibir tembok. Saat tersetrum, korban sempat berteriak dan diketahui tetangga Khoirul.

Tanpa dikomando, kedua rekannya tersebut naik ke atap dengan maksud menolong korban dan memindahkan tubuhnya supaya tidak jatuh ke rumah sebelahnya.

“Sesampainya di atas, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan terdapat luka lecet di jari kaki korban serta bagian dada,” jelas Darsono.

Musibah ini, cepat sampai ke telinga warga setempat yang kemudian berdatangan untuk menolong. Karena lokasi korban berada di atas, sehingga menyulitkan warga untuk mengevakuasinya. Sebelum akhirnya, berkoordinasi dengan petugas PLN guna memutus aliran listrik serta menurunkan korban menggunakan mobil derek milk PLN.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Rungkut AKP Abdul Karim membenarkan kejadian tersebut dan anggota sudah mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP).

Begitu dievakuasi  petugas membawa jenazah korban ke RSU dr Soetomo guna divisum. “Kematian korban murni karena kecelakaan kerja (kesetrum) saat akan membenahi talang,” tutup Abdul Karim.

Editor
Muhammad Syafi'i

YUK BACA

Loading...