FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gelombang Tinggi, Penyebrangan ke Pulau Bawean Dibatalkan

Peristiwa     Dibaca : 1433 kali Penulis:
Gelombang Tinggi, Penyebrangan ke Pulau Bawean Dibatalkan
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Penyebrangan penumpang di pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean.FaktualNews/Istimewa

GRESIK, FaktualNews.co – Para penumpang kapal motor penumpang (KMP) Ekspress Bahari 8E tujuan Pulau Bawean, terpaksa harus gigit jari. Sebab, penyebrangan ke Pulau Bawean di batalkan lantaran gelombang laut yang mencapai 3 meter.

Sesuai jadwal kapal cepat Ekpress Bahari 8E berangkat pada pukul 07.30 WIB dari pelabuhan Gresik. Namun, kapal tersebut batal berangkat Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya melaporkan jika ketinggian ombak di sekitar perairan Laut Jawa mencapai 3 meter.

Akibat ombak yang sangat tinggi, BMKG meminta semua kapal yang melintas di perairan tersebut untuk sementara menghentikan pelayarannya. Hal itu guna menjaga keselamatan penumpang kapal dan menghindari adanya musibah.

Ratusan penumpang tujuan Pulau Bawean yang semula sudah bersiap naik kapal dan hendak berangkat, terpaksa harus turun lagi setelah ABK KMP Ekspress Bahari 8E menerima laporan dari BMKG.

“Mau gimana lagi terpaksa hari ini saya batal ketemu keluarga di Tambak setelah ada pengumuman kapal batal berangkat akibat ombak tinggi,” ujar Amin Usman salah satu penumpang asal Kecamatan Tambak, Bawean, Jumat (1/12/2017).

Humas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nanang Affandi mengatakan imbas adanya iklim siklon tropis beberapa hari ini berdampak sekali pada cuaca di perairan Laut Jawa.

“Cuaca ekstrem akhir-akhir ini membuat kencang berkecepatan 20 knot, dan tinggi gelombang mencapai antara 2,5 meter hingga 3 meter membuat kami untuk sementara menutup semua aktivitas pelayaran,” tandasnya.

Saat ditanya kapan kondisi normal dan laporan BMKG dicabut. Dijelaskan Nanang Affandi, dirinya tidak bisa memprediksi kapan dicabut sebab, laporan dari BMKG sifatnya terus update dalam hitungan jam. “Mengenai kapan kondisi dan cuaca normal untuk sementara kami masih menunggu update dari laporan BMKG,” ungkapnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin