FaktualNews.co

Serunya Tradisi Keresan Sambut Maulid Nabi Muhammad

Religi     Dibaca : 834 kali Penulis:
Serunya Tradisi Keresan Sambut Maulid Nabi Muhammad
FaktualNews.co/Amanullah/
Warga berebut dalam tradisi Keresan di Sooko, Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Banyak cara dilakukan umat islam untuk memperingati datangnya hari lahirnya nabi Muhammad SAW. Mulai dari menggelar pengajian ataupun menggelar tradisi-tradisi warisan lelulur. Salah satunya, seperti yang dilakukan ribuan warga di Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (3/12/2017).

Siang tadi, di bawah langit mendung, ribuan warga dari berbagai dusun tumpah ruah di halaman masjid Darussalam, Desa/Kecamatan Sooko, Mojokerto. Ribuan warga ini, hendak mengikuti tradisi Keresan yang digelar setiap tahun sekali. Tepat di hari kelahiran nabi Muhammad, SAW atau Maulid Nabi.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Tepat di depan masjid, dua buah pohon kersen sudah berdiri tegak. Dibagian bawah, hasil bumi berupa kelapa muda, nanas, jagung serta aneka sayuran, ditata menggunung. Sementara, aneka hadiah berupa pakaian, sepatu, sendal, dan topi tergantung rapi di pohon beranting seribu ini.

Ribuan warga pun tampak tak sabar menunggu tradisi Keresan itu dimulai. Tak heran jika sejak pagi, para warga sudah berkerumun tak jauh dari dua pohon kersen itu. Tak hanya pria bersorban, namun banyak pemuda hingga pria bertato ikut serta dalam tradisi Keresan itu.

Usai doa dibacakan, ribuan warga itu langsung menyerbu dua pohon kersen yang berbuah pakaian, sepatu, topi, serta hasil bumi itu. Tua, muda, laki-laki dan perempuan tumpah ruah berupaya untuk dapat mengambil ratusan hadiah yang berada di pohon kersen. Bahkan sebagian pemuda berupaya memanjat dua pohon kersen itu.

Banyaknya warga yang berebut, membuat pohon yang berbuah manis itu patah. Bukannya surut, warga justru semakin antusias berebut hasil bumi. “Seru, karena kita rebutan. Semoga dapat berkahnya nabi Muhammad,” kata Juli, warga yang ikut berebut tradisi Keresan.

Juli menjelaskan, setiap tahun ia selalu hadir dan ikut rebutan dalam tradisi Keresan ini. Ia meyakini, tradisi Keresan ini bisa membawa berkah bagi warga setempat. Sehingga, ia pun tak pernah absen dalam tradisi Keresan ini. “Yakinlah, pasti ada barokahnya,” tambahnya.

Sementara itu, Son Haji ketua panitia tradisi Keresan mengatakan, tradisi ini sudah digelar sejak puluhan tahun silam. Dahulu, tradisi ini hanya dilakukan di dalam masjid. Warga mengumpulkan hasil bumi kemudian dibagikan ke seluruh warga. “Sejak orang tua kami dulu, tradisi ini sudah ada. Setiap Maulid Nabi, pasti menggelar tradisi Keresan ini,” katanya kepada awak media.

Menurutnya, seluruh hasil bumi dan hadiah dalam tradisi Keresan ini, seluruhnya hasil dari sumbangan warga setempat. Hampir seluruh warga menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk menggelar tradisi guna memperingati hari lahir nabi Muhammad SAW itu. “Harapannya pada momentum Maulid Nabi ini, warga mendapatkan safaat dari nabi Muhammad SAW, intinya disitu,” pungkasya.

Selain menggelar tradisi Keresan, panitia juga menyediakan bantuan berupa uang kepada fakir miskin dan anak yatim. Bantuan tersebut dibagikan usai tradisi Keresan itu berlangsung.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...