Bola

Cedera, Tiga Pemain Timnas Indonesia U-23 Harus Menepi

Pengaruh Bermain di Lapangan Becek

BANDA ACEH, FaktualNews.co – Tim Nasional Indonesia U-23 telah melakoni dua pertandingan di Aceh World Solidarity Cup 2017. Dua kemenangan berhasil diraih para pemain timnas yang dipersiapkan untuk menghadap ajang ASIAN Games 2018.

Kemenangan dibukukan anak-anak Timnas, masing-masing saat melawan Brunei Darussalam, Sabtu (2/12/2017) lalu dengan skor 4-0. Lalu, pertandingan yang kedua saat melawan Mongolia, Senin (4/12/2017) malam dengan skor 3-2.

Namun, dua kemenangan beruntun di ajang Aceh World Solidarity Cup 2017 tersebut harus dibayar mahal dengan cederanya sejumlah punggawa Timnas. Faktor lapangan becek di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, diduga menjadi penyebab cederanya sejumlah pemain.

Dilansir laman resmi PSSI, pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, usai pertandingan melawan Mongolia mengungkapkan, beberapa pemainnya terkena cedera. Pada laga pertama, Hargianto dan Septian David harus menepi. Lalu, cedera juga dialami Gavin Kwan Adsit usai pertandingan melawan Mongolia.

“Kami sedih Gavin terkena cedera, dengan kondisi lapangan seperti tadi pastinya tidak bisa dihindari cedera seperti itu. Kami berharap tidak terjadi hal yg buruk terhadap dia. Karena memang kondisi lapangan tidak mendukung. Dan besok akan dianalisa lebih mendalam. Sebagai pelatih saya bangga dengan kerja keras dia, dan saya doakan dia cepat sembuh,” kata Luis Milla.

Disisi lain, dalam laga kedua pada turnamen Aceh World Solidarity Cup 2017, Indonesia berhasil mengalahkan Mongolia dengan skor 3-2 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (4/12/2017) malam.

Bermain dengan kondisi lapangan becek, Fakhrudin dan kawan-kawan tetap bermain trengginas dan menunjukkan semangat yang tinggi untuk mendapatkan kemenangan.

Indonesia membuka gol pada menit ke-7 lewat sontekan Gavin Kwan Adsit yang menyambar bola liar di dalam kotak pinalti Mongolia. Selanjutnya, Osvaldo Haay menambah keunggulan Indonesia atas Mongolia pada menit ke-25.

Mongolia mendapat penalti di menit ke-38 dan berhasil dikonversikan menjadi gol oleh M. E. Tuguldur. Lalu, Indonesia kembali menambah gol melalui Spasojevic yang sukses mengekseskusi hadiah tendangan penalty pada menit ke-46. Skor 3-1 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, hujan kembali turun dan semakin memperburuk kondisi lapangan. Permainan pun sulit berkembang. Bahkan Indonesia harus kebobolan lagi melalui titik putih penalty.

M. E Tuguldur kembali menjadi algojo dan sukses memperkecil ketinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-56. Sampai babak kedua selesai, pertandingan berakhir 3-2 bagi keunggulan Indonesia.

Pelatih Indonesia Luis Milla Aspas pada jumpa pers pasca pertandingan mengaku bangga dengan semangat juang para pemainnya dalam laga yang menurutnya sangat sulit.