FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kadis Perhubungan Mojokerto Ditetapkan Tersangka, Hilangnya Aset Terminal Pohjejer

Hukum     Dibaca : 917 kali Penulis:
Kadis Perhubungan Mojokerto Ditetapkan Tersangka, Hilangnya Aset Terminal Pohjejer
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Kadis PRKP2 Achmad Rifai saat digelandang petugas Kejari Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto menetapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Kadis PRKP2) Kabupaten Mojokerto, Achmad Rifai sebagai tersangka kasus hilangnya aset Sub Terminal Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (6/12/2017).

Penetapan tersangka terhadap Achmad Rifai, didasari hasil penyidikan dan audit kerugian negara. Dengan hilangnya aset milik Pemkab Mojokerto ini, Achmad Rifai dianggap telah merugikan negara dengan jumlah kerugian yang dialami Rp641 juta.

Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari Mojokerto, Oktario saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Kejari Mojokerto. Menurutnya, perkara tersebut terjadi pada 2015 lalu. “Tersangka ini telah melakukan pemusnahan aset milik Pemkab Mojokerto. Pemusnahan tersebut juga dianggap tidak diketahui oleh Pemkab Mojokerto,” ujarnya, Rabu (6/12/2017).

Oktario menjelaskan, dalam perkara ini Achmad Rifai dianggap berperan sebagai orang yang memerintahkan untuk menghapus aset Sub Terminal Pohjejer milik Pemkab Mojokerto. “Saat ini penyidik menyimpulkan, tersangka yang paling bertanggung jawab adalah yang bersangkutan ini (Achmad Rifai),” tambahnya.

Lanjutnya, penetapan tersangka yang dilakukan Kejari Mojokerto terhadap Achmad Rifai berdasarkan kesimpulan hasil penyidikan dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku. “Sementara ini, pasal yang disangkakan, yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 tahun 1999 yang diperbarui dengan UU Nomor 20 tahun 2001,” tandasnya.

Disinggung apakah akan ada tersangka lain dalam perkara ini? Oktario menambahkan, pihaknya akan terus mengikuti proses penyidikan yang berlangsung. “Semua hal bisa saja terjadi, saat ini kita ikuti saja proses penyidikan yang sedang berlangsung,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin