FaktualNews.co

Ternyata, Bom di Perak Surabaya Bermotif Cemburu

Teknologi     Dibaca : 592 kali Jurnalis:
Ternyata, Bom di Perak Surabaya Bermotif Cemburu
FaktualNews.co/Eko Yono/
Pelaku pembuat bom usai tertangkap bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno.

SURABAYA, FaktualNews.co – Pelaku pembuat dan pengirim bom rakitan, EW (42) warga Jalan Bulak Banteng Surabaya, ternyata dilandasi motif cemburu. Bom rakitan lulusan STM itu meledak pada, Senin 11 Desembar 2017 sekira pukul 22.00 WIB di warung dapan kantor PT. Bahana Lina Jalan Laksda M Nasir blok B-11 Surabaya.

Pelaku sendiri telah merencanakan aksi tersebut selama satu tahun ketika mengetahui istrinya berselingkuh dengan penerima bom kirimannya. Itu yang membuat gelap mata bapak dua anak ini, sehingga berniat membuat bom yang dipelajarinya sendiri melalui online.

Pelaku EW dibekuk Unit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya didaerah Malang pada, Kamis (14/12/2017) saat akan kabur. Begitu bom rakitan tersebut telah sempurna pelaku ini mengirimnya lewat jasa pengiriman ojek online dan ditujukan ke tempat kerja korban.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno mengatakan, pelaku pembuat dan pengirim bom berhasil berkat kerja cepat seluruh personil.

Dipaparkam, begitu petugas menerima laporan, pihaknya langsung membentuk tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mengungkap dan melakukan penangkapan.

Saat itu diketahui pelaku ini akan melarikan diri ke Blitar dan lokasi penangkapannya dilakukan di Malang. “Dalam pelariannya tersebut, pelaku ini ditangkapnya di depannya Indomaret karena yang bersangkutan akan melarikan diri dan kecapekan hingga ketiduran”, kata Ronny kepada Faktualnews.co, Jum,at (15/12/2017).

Dari pelaku ini disita setelah terjadi ledakan dan barang-barang yang terlihat dari sisa ledakan tersebut adalah dos book HP Samsung A5 warna biru, pecahan kaca, baterai kotak 9V merk Panasonic, rangkaian kabel warna hijau, merah, hitam, sisa serbuk berwarna hitam dan jepitan baju.

Editor
Muhammad Syafi'i
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...