Politik

Pilbup Jombang 2018: PDI Perjuangan Usung Kombes Syafi’in, Begini Reaksi Nyono

JOMBANG, FaktualNews.co – Bakal Calon Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko, menanggapi santai kabar turunnya rekomendasi PDI Perjuangan kepada orang selain dirinya, dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang Tahun 2018.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa DPP PDI Perjuangan telah menurunkan rekomendasi pasangan Bacabup-Bacawabup kepada Kombes Syafi’in-Khairul Anam. Padahal sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Jombang melakukan penandatanganan kerjasama bidang politik dengan DPD Partai Golkar Jombang, dalam rangka menyongsong Pilkada Jombang tahun depan.

Nyono Suharli Wihandoko mengatakan, pihaknya menghargai pilihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) setiap partai untuk mengusung pasangan manapun. Ia pun tidak terlalu khawatir jika nantinya PDI Perjuangan benar-benar keluar dari koalisi yang sudah dibangun sebelumnya.

Menurut pria yang terpilih pada Pilkada tahun 2013 ini, dukungan dari PKB dengan kepemilikan 8 kursi, PKS 5 kursi, PAN 3 kursi dan Golkar sendiri tujuh kursi, sudah cukup untuk mengusung dirinya dalam Pilkada Jombang tahun depan.

“Saya merasa senang mendengar kabar tersebut. Ini kan tidak ada yang melarang. Semua partai berhak mendukung pasangan siapapun, serta koalisi dengan partai manapun,” kata Nyono, Minggu (24/12/2017).

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini juga mengucapkan selamat kepada pasangan Kombes Syafi’in-Khairul Anam. Dia mengajak semua calon yang hendak maju pada Pilbup Jombang tahun depan, bermain politik secara damai dan santun.

“Saya sampaikan selamat kepada Gus Syaf yang telah mendapatkan rekom dari PDI P, kalau itu benar direkom PDI P. Saya dengar-dengar begitu,” tambah Nyono.

Lanjut Nyono, pertarungan sebenarnya bagi setiap pasangan calon yakni bagaimana cara merebut simpati dari masyarakat dengan mengajukan program-program unggulan. Dikarenakan, sebut Nyono, masyarakat saat ini sudah pada pintar dan cerdas.

“Saya mengajak Gus Syaf dan semua pasangan yang maju, nanti kita sama-sama mencari simpati dari masyarakat. Siapapun yang terpilih kita Harus legowo. Jika saya yang terpilih, beliau harus Legowo. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.