FaktualNews.co

Haul ke-8 Gus Dur : Gelar Pahlawan Sang Guru Bangsa yang Tertunda

Nasional     Dibaca : 1106 kali Penulis:
Haul ke-8 Gus Dur : Gelar Pahlawan Sang Guru Bangsa yang Tertunda
FaktualNews.co/Rony Suhartomo/
Mensos Kofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haul ke-8 Gus Dur.

JOMBANG, FaktualNews.co – Kendati sudah memberikan sumbangsih yang sangat nyata kepada bangsa dan negara, namun hingga kini gelar Pahlawan Nasional untuk KH Abdurrahman Wahid tak kunjung ada kejelasan.

Kendati sebenarnya gelar Pahlawan Nasional itu semestinya sudah sejak dulu diterima Presiden ke-IV RI itu. Apalagi jika mengingat jasa besar cucu KH Hasyim Asy’ari ini dalam memperkokoh persatuan bangsa, melalui faham pluralisme-nya itu.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa mengakui jika hingga kini anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur belum juga diturunkan oleh pemerintah. Ia menyatakan gelar pahlawan untuk Gus Dur yang notabene anak Menteri Negara dalam Kabinet Pertama Indonesia KH Abdul Wahid Hasyim hanya menunggu waktu yang tepat.

“Sebenarnya tahun ini semua berkas sudah lengkap, tidak ada halangan lagi. Hanya saja kemarin ada catatan yakni menunggu waktu yang tepat,” kata Khofifah Indar Parawansa, Kamis (28/12/2017).

Oleh karenanya, Kementrian Sosial akan kembali mengusulkan gelar pahlawan untuk Gus Dur kepada Presiden Jokowi pada tahun 2019. Semoga pada tahun selanjutnya kita bisa menyaksikan gelar pahlawan ini.

“Tahun depan kita usulkan lagi kepada Presiden Jokowi. Ini hanya masalah waktu. Bisa dikatakan 99 persen masalah gelar pahlawan sudah selesai,” ungkapnya.

Dari sisi lain, Khofifah menceritakan ada pengalaman menarik dan luar biasa bersama Gus Dur. Pengalaman tersebut yaitu ketika pukul 24.00 WIB malam saat pidato pertanggungan jawaban Presiden Habibi ditolak MPR. Selanjutnya pukul 00.30 Khofifah ditelfon Gus Dur dan dipercaya untuk menyusun persiapan pendaftaran pencalonan Presiden.

Khofifah dalam pengakuannya pada awalnya merasa keberatan. Namun berkat bantuan dan bimbingan Gus Dur semua bisa berhasil. Akhirnya, Gus Dur resmi menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4.

“Luar biasa beratnya bagi seorang Khofifah yang bukan siapa-siapa mendapatkan tugas pencalonan Gus Dur menjadi Presiden. Tapi alhamdulilah semua berhasil dilewati,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...