FaktualNews.co

Bupati Serahkan Penghargaan 18 Peraih Sumenep Award 2017 di Malam Pergantian Tahun

Birokrasi     Dibaca : 887 kali Penulis:
Bupati Serahkan Penghargaan 18 Peraih Sumenep Award 2017 di Malam Pergantian Tahun

SUMENEP, FaktualNews.co
Bupati Sumenep, A Busyro Karim menyerahkan penghargaan secara langsung terhadap 18 peraih Sumenep Award 2017, di malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017) malam di depan masjid Jamik setempat.

Berikut rincian nama peraih penghargaan Kategori Tokoh Sumenep Berprestasi:

1). Kategori Tokoh Wanita Inspiratif jatuh pada Sunhiyah. Dia disebut sejak 1995 konsen terhadap isu-isu perempuan. Dia sukses menggerakkan dan mendampingi berbagai komunitas perempuan di Sumenep dan berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi fasilitator nasional, dia kini aktif mengabdi di BPM Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

2). Kategori Tokoh Petani Inspiratif diraih Riyadi, dia merupakan petani otodidak tapi sukses berkreasi. Lewat pola tanam TOT (Tanpa Olah Tanah) dia berhasil merubah pola pikir petani Desa Bakeong, Guluk-Guluk. Hasil yang dirasakan petani binaan Riyadi adalah biaya tanam super hemat dan hasil tanam melimpah.

3). Kategori Tokoh Pasukan Kuning jatuh pada Bagus Gunawan. Dia menganggap membersihkan sampah bukan semata pekerjaan. Tapi sebagai ladang ibadah. Atas keyakinannya, Ia secara ikhlas membersihkan tumpukan sampah demi keindahan Kota Sumenep.

4). Kategori Tokoh Pelaku Wisata diraih Sutlan. Dia berhasil menggerakkan masyarakat di desanya untuk mengemas Pantai Sembilan menjadi tempat wisata yang menarik. Kini Pantai Sembilan, Gili Genting, menjadi salah satu objek favorit wisatawan bila berkunjung ke Sumenep. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan peringkat ke dua dalam Anugerah Wisata Jawa Timur untuk kategori wisata alam.

5). Kategori Tokoh Kebudayaan diraih Tadjul Arifien R. Dia terlibat aktif sebagai pembina di berbagai sanggar kebudayaan dan seni di Sumenep. Seperti Pembina Topeng Kanak Putra Sumekar dan Sanggar Tari Rato Ancha. Selain itu, Ia juga aktif mengumpulkan dokumen sejarah dan tradisi Sumenep.

6). Kategori Tokoh Sastra dianugerahkan kepada Fendi Kachonk, dengan semangat telaten dia mendirikan taman baca Arena Pon Nyonar di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng. Dari sejumlah karyanya ia mendapat kepercayaan untuk bergabung untuk menyusun buku kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia bersama para penyair ternama di Nusantara dan Asia.

7). Kategori Tokoh Penyandang Disabilitas diraih Misnaya. Dia sosok yang secara fisik memiliki kekurangan. Namun, soal karya dan kemandirian jangan ditanya. Selain mahir melukis, dia juga cakap bila didaulat sebagai penceramah agama. Kata Misnaya, ‘Diriku bagaikan sungai kecil yang mengalir hanya untuk air samudera’.

8). Kategori Tokoh Aktivis Lingkungan jatuh ke tangan Mat Saleh. Dia berhasil menggerakkan pemuda dan warga Pulau Mamburit, Arjasa, Kangean. Setiap Jumat, dia mengajak warga menggelar bersih-bersih pemakaman umum, tempat ibadah dan pantai. Termasuk melakukan penghijauan dengan menanam Cemara di sepanjang pantai. Alhasil, Pulau Mamburit saat ini menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang memukau.

9). Kategori Tokoh Pelestari Bahasa Madura diraih oleh Moh. Taufik. Dia merupakan orang yang pernah dikukuhkan sebagai Sutradara Pangereng Pangantan Benosan, Lalamaran Dhuri Recek Saebu, dan Pangereng Pangantan Ngeka’ Sangger/Tandhu. Dia sangat antusias menjadi motor dan motivator untuk menjaga kelestarian bahasa dan budaya Madura dengan cara menyusun buku ‘Sangkolan Bukona Tamba’.

10). Kategori Tokoh Panutan Politik Bermartabat. Kategori khusus ini dinobatkan kepada KH. Ahmad Basyir AS, namanya sudah harum sejak dahulu. Bukan hanya sebagai tokoh agama dan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep. Tetapi, beliau juga tokoh panutan di dalam bidang politik. Konsisten memperjuangkan nilai-nilai ideologi yang diyakininya tanpa pamrih.

11). Kategori Tokoh Pelaku Ekonomi Kerakyatan diraih oleh Uswatun Hasanah. Dia disebut-sebut berhasil menggerakkan Koperasi Wanita Nur Hidayah sebagai lembaga keuangan berbasis kekeluargaan. Dengan pola pinjaman tanpa agunan dan bagi hasil ringan, sangat membantu geliat ekonomi masyarakat Desa Marengan Laok dan sekitarnya. Dengan modal awal berdiri Rp 20 juta di tahun 2009, saat ini telah memiliki asset Rp 400 juta.

12). Kategori Tokoh Peduli Pendidikan Wilayah Kepulauan jatuh pada H. Amir Hosen. Dia disebut-sebut merupakan tokoh inspiratif dalam memajukan pendidikan keagamaan di Pulau Sapudi. Sejak 1986, dia mendirikan MTs Miftahul Gayam dengan biaya sendiri. Termasuk pembangunan gedung dan segala biaya operasional sekolah dia biayai sendiri. Atas jasanya, para alumni Mts Miftahul Ulum bertebaran di birokrasi, pengusaha, akademisi dan kalangan profesional.

13). Kategori Tokoh Agama (kategori khusus) diraih oleh KH. Moh Asy’ari yang dikenal sosok yang alim dan sederhana. Di usia senja, beliau masih selalu berkhidmat di NU dan PKB yang selama ini menjadi pilihan pengabdian hidupnya.

14). Kategori Tokoh Tenaga Kesehatan dianugerahkan kepada Ruskidah. Dia merupakan dukun beranak melayani masyarakat sepenuh hati dan tanpa pamrih. Sebelum ada bidan desa di di Dusun Mandar Pulau Sapeken, ibu Ruskidah menjadi tumpuan warga untuk membantu persalinan. Meski waktu larut malam dan medan yang ditempuh sangat sulit dan berbahaya, ia tetap mendatangi rumah orang yang akan melahirkan. Tanpa melihat status sosial.

15). Kategori Tokoh Aktivis Kesehatan diraih Hadariadi. Dia tergolong aktivis dan pejuang kesehatan masyarakat miskin. Sejak 2010 hingga kini, lebih seribu warga miskin pengguna Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang didampinginya. Dia mendampingi pasien menggunakan biaya sendiri tanpa pamrih.

16). Kategori Tokoh Pemuda Desa Wisata dinobatkan kepada Syaiful Anwar. Dia aktif di dunia parawisata sejak 2006. Sehingga Ia terpilih sebagai Duta Wisata Sumenep. Saat ini Dia menjadi Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) dan aktif mendampingi warga sekitar objek wisata agar terlibat aktif memajukan dunia parawisata di Sumenep.

17). Kategori Tokoh Guru Ngaji disematkan kepada Kiai Arsyad Hafiluddin. Masyarakat lebih mengenal Kiai Arsyad. Pada tahun 1970, beliau mendirikan Langgar Tabing tempat mengaji para remaja di Dusun Kotte, Desa Longos, Gapura. Hingga kini Kiai Arsyad masih setia menjadi guru ngaji tanpa memungut iuran dari para wali santrinya.

18). Kategori Tokoh Pencipta Logo Sumekar (kategori khusus) diberikan kepada Raden Mas’oed. Dia berhasil menyisihkan 51 peserta sayembara pembuat lambang daerah Sumenep. Di tahun 1965, logo Sumekar dengan kuda terbang berhasil ia cipta. Dari tangan terampilnya, hingga kini menjadi simbol Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Selain pemberian anugerah, acara yang ditempatkan di depan Masjid Jamik Sumenep itu dilanjutkan dengan pengajian akbar oleh Ustad Yusuf Mansyur.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i

YUK BACA

Loading...