FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Aniaya Cewek, Pemuda Surabaya Jadi Buron Polisi

Peristiwa     Dibaca : 822 kali Penulis:
Aniaya Cewek, Pemuda Surabaya Jadi Buron Polisi
FaktualNews.co/Istimewa/
Ilustrasi (Istimewa)

SURABAYA, FaktualNews.co – Malam tahun baru menjadi malam pergantian tahun yang dirasakan pahit oleh Eny (33), warga yang tinggal kos di daerah Petemon Surabaya. Betapa tidak, wanita muda yang hobi musik ini mendapat penganiayaan berat dari teman laki-lakinya.

Pelakunya adalah Alvinda D, warga Putat Jaya, Surabaya. Alvinda kini sedang diburu oleh Tim Anti Bandit Polsek Sawahan Surabaya, usai menganiaya korban di Jalan Petemon Gang 3, pada Minggu akhir tahun lalu sekitar jam 18.30 WIB.

“Usai mendapatkan perlakuan kasar itu, saya langsung membuat laporan ke Polsek Sawahan surabaya,” kata Eny, korban penganiayaan.

Korban menuturkan kronologi kejadian yang menimpanya. Pada hari itu, pelaku menelponnya untuk menanyakan masalah pekerjaan dan menawarkan untuk mengantar korban ke tempat latihan musik, namun korban menolaknya.

Pada pukul 15.00 WIB, korban kaget saat mengetahui pelaku datang ke tempat studio dimana korban latihan. “Dia (pelaku) memaksa dan marah-marah untuk minta diantar ke hotel Yellow di Jemursari,” tambah Korban.

Lanjut korban, karena malu dengan teman-temannya, korban akhirnya mau saja diantar ke hotel dan selanjutnya pulang ke kos-kosan korban.

Pada saat di dalam kamar kos itulah, pelaku ini menampar korban sebanyak 3 kali mengenai mulut korban hingga bibir bagian atas dan bawah luka memar dan lecet mengeluarkan darah.

“Pelaku itu memaksa masuk kedalam kamar saya menyuruh untuk pergi namun dia tidak mau. Saat saya berteriak pelaku langsung memukul,” tambah korban, Selasa (2/1/2017).

Terpisah, AKP Haryoko Whidi, Kanit Reskrim Polsek Sawahan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian penganiayaan itu. Pihaknya mengaku sudah menerima laporan korban dan kini masih mendalami kasus tersebut.

“Petugas masih melakukan pengejaran untuk menangkap pelakunya. Saat ini pelakunya sendiri masih DPO”, jelas Haryoko Whidi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i