Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bulan Ini, Kartu Tani di Pamekasan Dipastikan Terdistribusi

Ekonomi     Dibaca : 291 kali Jurnalis:
Bulan Ini, Kartu Tani di Pamekasan Dipastikan Terdistribusi
FaktualNews.co/Mulyadi/

PAMEKASAN, FaktualNews.co – Bulan Junuari 2018, semua Kartu Tani akan didistribusikan untuk kelompok tani yang tersebar di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Sebanyak 1.019 kelompok tani yang ada di Pamekasan akan segera mendapat Kartu Tani. Targetnya, pada Januari 2018 pendistribusian Kartu Tani sudah rampung dan seluruhnya ada di tangan anggota Kelompok Tani.

Hal itu disampaikan Asis Jalil, selaku Bagian Sarana dan Prasarana di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan. Dia mengungkapkan, target awal penyaluran Kartu Tani akan di alokasikan pada Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Tlanakan hingga sampai ke 13 kecamatan.

“Target pencapaian bulan januari itu sudah selesai,” jelas Asis Jalil, saat ditemui di ruangannya, Rabu (03/01/2018).

Asis Jalil menambahkan, sebelum seluruh kartu tani teralisiasi untuk penebusan Pupuk bersubsidi di kios-kios, mekanisme pengambilan pupul tetap menggunakan cara manual seperti tahun-tahun sebelumnya.

Diketahui, untuk mendapatkan Kartu Tani, Kelompok Tani harus menyetor RDKK ke Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan. Kemudian nanti data yang masuk akan menjadi E-RDKK (Elektronik Kelompok Definitif).

Bagi kelompok tani yang tidak menyetorkan, tidak akan mendapatkan pupuk bersubsidi. Pendaftaran yang dibuka pada awal 2017 itu sudah ditutup pada 28 Desember 2017 lalu.

“Elektronik Rencana Definitif (E-RDKK) Kebutuhan kelompok yang berbasis online untuk menginput datanya, dimana kebutuhan kelompok tani berupa pupuk direncanakan dan didata setiap petaninya untuk selanjutnya di input. E-RDKK pada tahun 2018 harus sudah dilakukan penyusunan” jelasnya.

Dijelaskan, fungsi dari Penggunaan e-RDKK ini bisa mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi karena dengan e-RDKK data mudah untuk dipantau dan bisa dimonitoring oleh pihak pemerintah sehingga “Penyaluran pupuk bersubsidi akan tersalurkan kepada petani yang benar-benar membutuhkannya,” tutupnya.

Editor
Muhammad Syafi'i