Politik

Pilbup Jombang 2018: Kader Sendiri Diabaikan, 16 PAC PDI Perjuangan Protes

JOMBANG, FaktualNews.co – Munculnya nama Kombes Syafi’in, sebagai bakal calon Bupati Jombang dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang 2018, menuai protes dari jajaran kader PDI Perjuangan.

Puluhan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI P Kabupaten Jombang mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Jalan Brigjen Katamso, Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (03/1/2018).

Ketua DPAC PDI Perjuangan Kecamatan Bareng, Kasianto mengatakan, dia bersama kader PDI Perjuangan dari 15 PAC lainnya, bermaksud mempertanyakan sikap pengurus DPC PDI P Jombang dalam Pemilihan Bupati Jombang 2018.

Munculnya nama Kombes Syafi’in (Gus Syaf) sebagai orang yang akan diusung dalam Pilbup Jombang, kata Kasianto, cukup menyakitkan bagi kader. Hal itu mengingat, Gus Syaf bukanlah kader partai.

Menurut Kasianto, dalam tubuh partai masih cukup nama potensial dan berkualitas yang bisa disodorkan sebagai calon kepala daerah. Kader PDI Perjuangan, seperti Wulang Suhardi dan Marsaid, merupakan sosok yang lebih pantas diusung daripada orang dari orang luar Partai.

“Kita dapat kabar kalau PDI P akan mengusung calon tanpa melalui proses dan penjaringan bernama Syafi’in, ini yang perlu kita klarifikasikan. Karena PDI P selama ini punya mekanisme sendiri dalam penentuan calon.” ujar Kasianto.

Selain itu, sebut Kasianto, mayoritas PAC juga tidak mengenal sosok dari Kombes Syafi’in yang selama ini diisukan akan mendapatkan rekom dari PDI P. Syafi’in juga tidak pernah berkecimpung di PDI P. Padahal, kader di bawah sudah menunggu sikap dari DPC terkait Pilkada ini.

“PAC hanya menginginkan kader asli yang berdasarkan survei paling tinggi yang akan diajukan pada Pilbup nanti, hanya itu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI P Jombang Marsaid, mengakui ada gejolak dalam internal partai terkait Pilbup 2018. Hal ini berawal dari soal Pilbup Jombang 2018, dimana hingga saat ini PDI Perjuangan belum menentukan sikap siapa yang akan diusung.

Kekhawatiran kader dibawah, kata Marsaid, memang cukup beralasan setelah beberapa partai secara resmi berkoalisi untuk mengusung cabup-cawabup.

“Saya apresiasi sikap PAC yang ingin menjaga harkat dan martabat partai PDI P sebagai pemenang pemilu pada Pilkada kali ini. Kita sudah buat opsi untuk mengusung calon sendiri,” paparnya.

Ketika ditanya terkait siapa yang akan diusung, Marsaid menyerahkan hal tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan. “Yang terpenting, kader partai harus menjaga nama baik organisasi agar tidak dilecehkan oleh partai lain,” bebernya.

Ditambahkan, setiap kader partai mulai PAC sampai DPC harus berpikir obyektif, realistis untuk menjaga marwah partai PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu. Ini ditunjukan dengan sikap patuh pada pimpinan dan jaga stabilitas keamanan pilkada.