FaktualNews.co

Cium Ada Permainan Harga, Satgas Pangan Selidiki Kenaikan Harga Daging Ayam

Ekonomi     Dibaca : 841 kali Penulis:
Cium Ada Permainan Harga, Satgas Pangan Selidiki Kenaikan Harga Daging Ayam
FaktualNews.co/Istimewa/
Daging ayam potong

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Melambungnya harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendapat atensi dari Satgas Pangan Polres Mojokerto.

Tim Satgas Pangan pun berencana akan melakukan penyelidikan terkait dengan naiknya harga daging ayam ini. Lantaran, petugas mencium dugaan adanya permainan harga yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab.

“Kami juga sedang mencari adanya dugaan tindak pidananya. Sehingga sebagai langkah awal, kami menerjunkan anggota untuk melakukan kros cek ke lapangan guna melakukan pengawasan harga kebutuhan pokok pada umumnya di setiap pasar di wilayah hukum Polres Mojokerto,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Fery., Sabtu (27/1/2018).

Tingginya harga daging ayam di pasar tradisional memang mulai tak wajar. Maka itu pihaknya juga akan menindak tegas setiap oknum yang terlibat dalam permaian harga daging ayam potong ini. Bila terbukti ada permainan dan pelanggaran, pihaknya memastikan akan mengambil tindakan tegas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Disperindag karena kepolisian juga terlibat dan bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayah kita. Sehingga, dengan koordinasi yang terus dilakukan secara maksimal diharapkan bisa muncul sebuah solusi dan menemukan titik masalahnya,” jelasnya.

Pihaknya juga menekankan, agar pihak terkait untuk terjun langsung hingga ke tingkat peternak untuk mengetahui penyebab pasti mahalnya daging ayam broiler ini. Dikhawatir, dengan kondisi harga yang tak stabil justru akan dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk menjual ayam tiren ke pasaran.

Saat ini, harga daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Mojokerto mencapai Rp 32 ribu hingga Rp34 ribu per kg. Padahal, harga nomalnya dari data Disperindag di kisaran Rp28 ribu sampai Rp 30 ribu per kg. Meski demikian kondisi itu dianggap wajar, menyusul tingginya harga diduga sudah terjadi dari tingkat produsen.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin