FaktualNews.co

Pilbup Pamekasan 2018

Belum Masuk Masa Kampanye, Banner Pasangan Calon Bertebaran di Pamekasan

Politik     Dibaca : 997 kali Penulis:
Belum Masuk Masa Kampanye, Banner Pasangan Calon Bertebaran di Pamekasan
FaktualNews/Mulyadi/
Alat peraga kampanye pasangan calon kepala daerah, terpasang di beberapa titik strategis di Pamekasan

PAMEKASAN, FaktualNews.co – Pemasangan banner yang menampilkan gambar pasangan bakal calon bupati (Bacabup) – bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Pamekasan, sudah marak menghiasi sejumlah titik strategis di Pamekasan.

Berdasarkan penelurusan di lapangan, banner yang berfungsi sebagai alat kampanye pasangan calon kepala daerah, banyak terpasang di sejumlah titik, termasuk di wilayah Pamekasan Kota.

Adapun banner yang terpasang, menampilkan gambar pasangan bacabup-Bacawabup Pamekasan, Badrut Taman Dan Raja’e (Berbaur), serta pasangan Kholilurrahman dan Fathorrahman (Kholifah).

Banner kedua pasangan Bacabup-Bacawabup peserta Pemilihan Bupati (Pilbup) Pamekasan 2018 itu beredar di sepanjang Jalan Bupati dan jalan Pintu Gerbang.

Dipasang Tanpa Izin
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pamekasan, Agus Mulyadi mengungkapkan, pihaknya menemukan banyaknya alat peraga peserta Pilbup Pamekasan 2018 yang sudah terpasang.

Hingga kini, bebernya, banner dari pasangan Bacabup-Bacawabup Pamekasan yang beredar di kota Pamekasan tidak mengantongi izin. “Yang marak di sepanjang jalan dan pohon-pohon untuk Paslon sampai sekarang izinnya belum ada,” kata Agus Mulyadi, saat ditemui di ruangannya, Senin (29/01/2018).

Menyikapi hal itu, Agus menyatakan jika pihaknya tidak bisa mengambil langkah secara gegabah. “Saya tegaskan tidak ada izinnya,” ujarnya.

Hanya saja, pihaknya akan melaporkan ke tim secara tertulis terkait maraknya banner yang dipasang tanpa izin. “Kami akan malapor secara tertulis nanti,” lanjut Agus.

“Kami tidak bisa menurunkan. Nanti kami akan koordinasikan dengan Satpol PP dan DLH,” tutupnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i