FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sepanjang Januari – Pekan Pertama Februari

Awal Tahun 2018, Belasan Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana di Indonesia

Nasional     Dibaca : 852 kali Jurnalis:
Awal Tahun 2018, Belasan Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana di Indonesia
FaktualNews/Istimewa/
Foto : ilustrasi bencana

JAKARTA, FaktualNews.co – Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyebutkan, memasuki pertengahan bulan kedua 2018, telah terjadi 275 bencana di Indonesia.

Dari ratusan bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, terdapat 19 orang yang meninggal dunia. Data itu tercatat sejak awal Januari hingga pekan pertama Februari 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ratusan bencana itu mengakibatkan 30 orang meninggal dan hilang, 66 orang terluka, 153.183 mengungsi, 10.254 unit rumah rusak dan 92 fasilitas umum rusak.

“Bencana longsor yang paling banyak menimbulkan korban jiwa, hingga 7 Februari sudah 19 orang meninggal dunia,” kata Sutopo, Kamis (8/2/2018).

Selain itu, kata Sutopo, korban jiwa juga terjadi karena puting beliung sebanyak lima orang, banjir tiga orang, banjir-longsor dua orang dan gempa 1 orang.

Puncak Hujan dan Potensi Longsor
Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan akan berlangsung hingga Maret dengan puncaknya di Februari.

Musim hujan yang tinggi, kata Sutopo, berpotensi meningkatkan bencana banjir, longsor dan puting beliung.

Sebagai wilayah bertopografi pegunungan dan lereng tebing dengan banyak pemukiman di bawahnya, ujar Sutopo, Pulau Jawa menjadi wilayah paling berpotensi longsor.

“Dari peta longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor,” kata Sutopo, dilansir Anadolu Agency.

Longsor, kata Sutopo, berpotensi terjadi seiring indikasi adanya retakan tanah, tanah ambles, keluarnya mata air pada lereng, air sumur keruh, pohon dan tiang listrik miring, atau tembok bangunan retak.

Editor
Muhammad Syafi'i
Sumber
Anadolu Agency

YUK BACA

Loading...