FaktualNews.co

Pilbup Jombang 2018

Nyono Tersangka KPK, PAN Isyaratkan Tinggalkan Koalisi

Politik     Dibaca : 622 kali Penulis:
Nyono Tersangka KPK, PAN Isyaratkan Tinggalkan Koalisi
FaktualNews/Roni Suhartomo/
Pasangan Nyono-Subaidi saat menyerahkan dokumen pendaftaran ke KPU Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Kabar adanya perpecahan dalam tubuh partai koalisi pengusung pasangan Nyono Suharli Wihandoko – Subaidi Muchtar, kian terang. Hal ini terlihat dari sikap kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin keluar dari koalisi pasca Nyono terjaring OTT KPK, akhir pekan lalu.

Anggota DPRD Jombang dari PAN, H. Dukha, akan meminta pimpinan partainya berpikir lagi dan mengevaluasi dukungan kepada Nyono-Subaidi. PAN sendiri diketahui berada dalam barisan pendukung Nyono bersama PKB, PKS, Nasdem dan Golkar.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Kalau saya mendukung PAN menarik dukungan dari Nyono karena sudah terjaring OTT KPK. Menarik dukungan yang saya maksud ini secara administrasi kita masih berada dalam koalisi, Namun secara realita di lapangan belum tentu dukungan ke Nyono,” katanya, Kamis (8/2/2018).

Menurut Dukha, alasan peralihan dukungan ini karena PAN merupakan salah satu partai yang lahir dari reformasi dan penentang tindakan korupsi.

Oleh karenanya, tandas Dukha, sudah selayaknya bila ada calon kepala daerah yang terjaring OTT KPK dan ditetapkan sebagai tersangka untuk tidak didukung lagi.

“Statusnya kan sudah jelas. PAN adalah partai yang lahir dari reformasi sangat anti pungli,” tegasnya.

Lanjut Dukha, sikap ini bukan sebuah bentuk plin-plan melainkan sikap tegas dalam melawan korupsi. PAN, jelasnya, dari dulu sudah menjadi pelapor anti korupsi.

“Sangat tidak pantas PAN mendukung calon yang korupsi, kalau kader ya kita suruh keluar atau dikeluarkan alias dipecat bila terbukti korupsi,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i

YUK BACA

Loading...