FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kapolres Jombang : Jumlah Siswa SMP Korban Pelecehan Capai 25 Orang

Peristiwa   Dibaca : 156 kali Jurnalis: Z Arivin
Kapolres Jombang : Jumlah Siswa SMP Korban Pelecehan Capai 25 Orang
FaktualNews.co/Rony Suhartomo/
Puluhan orang tua menggeruduk salah satu SMP Negeri di Jombang karena anaknya menjadi korban pelecehan seksual

JOMBANG, FaktualNews.co – Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto menyebutkan pihaknya akan mengambil alih kasus dugaan pencabulan yang menimpa puluhan murid salah satu sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Jombang, Jawa Timur itu.

Menurut Agung, kasus kekerasan yang menimpa anak-anak sebenarnya tidak perlu ada laporan terlebih dahulu. Pihaknya bisa langsung mengambil alih kasus ini. Namun, untuk keperluan visum dan penyidikan lebih lanjut ada baiknya kasus ini melewati proses pelaporan oleh keluarga.

“Kasus seperti ini bukan delik aduan, sekali lagi bukan delik aduan. Namun kita membutuhkan konferatif dari wali murid maupun korban adik-adik kita ini untuk diambil visum dan keterangan,” katanya, Senin (12/2/2018).

Menurut Agung laporan yang masuk ke pihak kepolisian ada 6 orang yang sudah melaporkan. Namun dari penulusuran pihaknya, jumlah korban diketahui lebih dari itu. Dikabarkan mencapai sekitar 25 siswa.

“Pada awalnya kita dapat laporan ada aksi demonstrasi wali murid ke salah satu sekolah. Kami cek ke lapangan dan ternyata dilatar belakangi pelaporan wali murid yang merasa tidak puas atas laporan kepada pihak sekolah atas pelecehan seksual kepada murid. Wali murid karena khawatir tidak ditindak lanjuti,” jelas Agung.

Agung juga meminta kepada pihak korban untuk menjaga emosi dan ketenangan kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 6 Jombang itu. Ia mengkhawatirkan suasana gaduh akan menyebabkan trauma bagi generasi bangasa terutama korban.

Laporan awal yang diterima pihak kepala sekolah pada tanggal 7 Februari 2018 kemarin adalah pelecehan seksual. Namun, Agung menyebutkan kasus ini masih perlu penyidikan lebih dalam lagi.

“Perlu kita jaga yaitu jangan sampai adik-adik kita ini mengalami traumatis. Karena mereka generasi muda penerus bangsa kita. Jangan sampai dikotori oleh oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas Agung

Editor
Z Arivin