FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Puluhan Murid Alami Pelecehan Seksual, SMP Negeri di Jombang Digeruduk Warga

Peristiwa     Dibaca : 435 kali Jurnalis:
Puluhan Murid Alami Pelecehan Seksual, SMP Negeri di Jombang Digeruduk Warga
FaktualNews.co/Rony Suhartomo/
Puluhan orang tua menggeruduk salah satu SMP Negeri di Jombang karena anaknya menjadi korban pelecehan seksual

JOMBANG, FaktualNews.co – Sejumlah perwakilan wali murid disalah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Jombang mendatangi Kepala Sekolah tersebut. Kedatangan mereka bermaksud memprotes kelakuan guru berinisial EA yang diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada puluhan murid, Senin (12/2/2018).

Menurut salah satu orang tua murid berinisial EK, kejadian pelecehan seksual terjadi di sekolah dan luar sekolah ketika kegiatan ekstra Pramuka. Bentuk pelecehan seksualnya yaitu diremas bagian tubuhnya terutama bagian dada dan kemaluan.

Warga Desa Sambongdukung ini menyebutkan menerima curhatan dari anaknya yang berinisial DD karena sering nangis. Setelah ditanya, ternyata dia menjadi korban pelecehan seksual. Dan masih ada lagi puluhan korban lain. Karena pelaku diketahui melakukan perbuatannya sejak tahun 2017.

“Kita sudah lapor ke Polres Jombang terkait kasus ini. Hari ini kita klarifikasi ke Kepala Sekolah mengapa kejadian ini bisa terjadi dilingkungan sekolah,” katanya.

Kejadian ini kata EK baru terbongkar setelah enam orang anak didik melaporkan kepada guru BK tentang perbuatan pelaku. Selain itu, pelaku juga mengancam korban bila melaporkan kejadian ini kepada pihak orang tua atau guru yang lain. Kepada para murid, pelaku mengaku orang sakti dan kaya raya serta dapat melakukan semua hal.

“Korban merata dari kelas VII, VIII dan IX, total ada puluhan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Jombang, Suprayitno mengatakan pihaknya tidak pernah menutupi masalah ini. Pihaknya sudah menemui pelaku dan sudah mengakui perbuatannya.

“Kita terbuka kepada semua pihak, kejadian ini sudah kita laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Guru yang bersangkutan juga sudah dibebas tugaskan,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief