FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Oknum Guru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Siswa SMP Negeri 6 Jombang Diamankan

Kriminal   Dibaca : 92 kali Jurnalis: Saiful Arief
Oknum Guru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Siswa SMP Negeri 6 Jombang Diamankan
FaktualNews.co/Beny Hendro/
Terduga pelaku pelecehan seksual terhadap siswa SMP di Jombang berinisial EA (kanan) menuju ke ruangan UPPA Polres Jombang, Selasa (13/2/2018).

JOMBANG, FaktualNews.co – Oknum guru SMP Negeri 6 Jombang, Jawa Timur berinisial EA yang diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada puluhan muridnya diamankan polisi di rumahnya pada Selasa (13/2/2018).

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyobudi melalui Kepala Sub Unit Resmob 1 Satreskrim Polres Jombang, Aipda Eko Sudarko mengatakan, terduga pelaku diamankan di rumahnya daerah Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang pada Selasa (13/2/2018) sekira pukul 16.00 WIB.

“Terduga pelaku sudah kita amankan di rumahnya tadi sore,” ungkapnya kepada FaktualNews.co, Selasa (13/2/2018).

Lanjut Eko, hingga Selasa (13/2/2018) malam oknum tenaga pengajar tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Jombang.

Diberitakan sebelumnya, puluhan wali murid mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Jombang, Jawa Timur. Kedatangan mereka bermaksud memprotes kelakuan guru berinisial EA yang diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada puluhan murid, Senin (12/2/2018).

Menurut salah satu orang tua korban Yn (36) warga Dusun Weru, Desa Mojongapit pelaku juga melancarkan aksinya di lingkungan sekolah. Pengakuan anaknya yang berinisial MA (14), pelaku pernah memaksa muridnya di Toilet Sekolah.

“Korban Dimasukkan ke toilet lalu ditanyai kamu sudah haid apa belum. Saat itu celana pelaku dibuka. Anaknya melawan, tangan pelaku ditarik dan ditendang lalu kabur. Ada 27 korban yang mengaku dihipnotis dan ruqiyah, bukan 25 orang,” bebernya, Senin (12/2/2018).

Alasan meruqiyah, kata Yanto untuk menghilangkan setan. Tetapi pelaku hanya melakukan perbuatannya kepada murid perempuan. Pelaku dipanggil sendiri-sendiri secara bergantian. Dan ada juga diluar jam pelajaran. Ada yang ditenda pas kemah, dikelas dan toilet.

“Anak saya mengalami kejadiannya waktu Perkemahan sekitar dua bulan lalu,” terangnya.

Editor
Saiful Arief