FaktualNews.co

Isu Penyerangan Tokoh Agama Jadi Kampanye Hitam Jelang Pilkada dan Pilpres 2019

Politik     Dibaca : 968 kali Penulis:
Isu Penyerangan Tokoh Agama Jadi Kampanye Hitam Jelang Pilkada dan Pilpres 2019
FaktualNews.co/Istimewa/
Ilustrasi

JAKARTA, FaktualNews.co – Pemerintah menilai, isu penyerangan terhadap tokoh agama dan juga rumah ibadah di sejumlah daerah dimanfaatkan oleh oknum untuk dijadikan kampanye hitam pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Dilansir Anadolu Agency, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengungkapkan, sejumlah kasus penyerangan itu berbeda-beda dan tidak berkaitan.

Namun, kata dia, kasus tersebut digunakan sebagai alat untuk menyebarkan hoaks di media sosial serta memprovokasi masyarakat.

“Yang terjadi di beberapa kasus ini masing-masing kan berdiri sendiri ada memang yang dilakukan murni orang gila karena berbagai hal. Beda-beda,” ujar Budi Gunawan di Kantor Presiden, Jakarta.

Dia pun meminta masyarakat untuk waspada dan tidak terhasut dengan hoaks dan provokasi tersebut.

Budi Gunawan pun mengaku telah memprediksi dan mendeteksi banyaknya serangan kampanye hitam tersebut.

“Kita sudah membuat prediksi seperti itu bahwa akan marak kampanye hitam. Kampanye hitam wujudnya isu-isu PKI antara lain agama,” jelas dia.

Daesh Ikut Memperkeruh Suasana
Mereka yang menjadikan kampanye hitam itu, kata Budi Gunawan, berasal dari dalam negeri. Dirinya pun telah berkoordinasi dengan tim siber dari Polri untuk menindaklanjuti hal itu.

Hingga saat ini, kata dia, ada tujuh orang yang ditangkap terkait kampanye hitam tersebut. “Dan kita sudah ingatkan bahwa kampanye hitam dalam bentuk penggunaan apa media sosial untuk dipolitisir itu akan marak,” katanya.

Daesh juga kata Budi Gunawan ikut melakukan kampanye hitam untuk memprovokasi masyarakat. Budi Gunawan mengaku telah banyak menggagalkan niat oknum tersebut untuk mencegah hal itu terjadi.

“Terbukti penangkapan Densus 88 beberapa itu untuk mencegah itu semua,” pungkas dia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i
Sumber
Anadolu Agency

YUK BACA

Loading...