FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Praktik Rentenir Masih Marak, Dampak Sulitnya Ekonomi Masyarakat Bawah

Ekonomi     Dibaca : 1128 kali Penulis:
Praktik Rentenir Masih Marak, Dampak Sulitnya Ekonomi Masyarakat Bawah
FaktualNews.co/R.M.Gawat/
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, saat kongkow bareng tuna netra dan difabel di Nganjuk, Minggu (18/2/2018) malam.

NGANJUK, FaktualNews.co – Masih maraknya rentenir yang kerap meresahkan masyarakat, menurut Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, karena masih lemahnya ekonomi di tingkat bawah.

“Keberadaan rentenir harus dihilangkan. Praktik rentenir dengan pola pinjam meminjam yang bersifat memeras masyarakat, harus diberi ganti alternatif lebih mudah oleh perbankan yang formal. Maka praktek rentenir harus dihilangkan,” kata Cak Imin, saat acara kongkow bareng bersama tuna netra dan difabel di Nganjuk, Minggu (18/2/2018) malam.

Menurutnya, kesulitan ekonomi di tingkat bawah merupakan dampak dari sulitnya perbankan.

“Maka dari itu harus ada solusi dari menteri keuangan, OJK, dan BI, supaya akses dan pengelolaan perbankan dan keuangan mikro betul-betul ditangani,” tegas anggota MPR RI Dapil VIII Jawa Timur ini.

Hal yang sama juga diungkapkan tokoh masyarakat Tanjunganom Nganjuk, Gembong Watanase, menilai praktik rentenir atau yang dia sebut ‘Bank Plecit’ selama ini menyengsarakan masyarakat, sehingga tak jarang menjadi pembicaraan publik.

“Bank Plecit harus ditolak, dihancurkan, dan dihabisi. Apalagi rentenir harus dihapus dan dimusuhi,” kata dia dalam kesempatan yang sama.

Sikap keras Pak Mbong panggilan Gembong Watanase mantan pelaut berusia 73 tahun ini menyampaikan, baik rentenir maupun bank plecit memiliki persepsi yang sama- sama miring di masyarakat. Apalagi sering terjadi peristiwa memilukan akibat ulah rentenir maupun bank plecit.

Menurutnya, sebutan bank plecit dalam praktik tersebut muncul lantaran transaksi yang dilakukan antara peminjam dan pemberi pinjaman bisa bertempat dimana saja.

“Kenapa kita namakan Bank Plecit, sebab bagaimana tidak, setelah menagih dia langsung plecit (kabur). Atau kadang sebaliknya, jika dia datang dan yang mempunyai hutang tidak bisa membayar, maka ‘nasabah’ juga langsung plecit (lari sembunyi) untuk menghindar,” papar pria yang sudah menjelajahi 87 negara ini.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul