FaktualNews.co

Plt Bupati: Nganjuk Waspada Rentenir

Birokrasi     Dibaca : 815 kali Penulis:
Plt Bupati: Nganjuk Waspada Rentenir
FaktualNews.co/RM. Gawat/
Plt. Bupati Nganjuk, KH. Abdul Wahid Badrus,

NGANJUK, FaktualNews.co – Plt Bupati Nganjuk Abdul Wachid Badrus, menyebut jika daerahnya itu kini sudah masuk dalam zona “waspada rentenir”.

Hal itu setelah ia mendengar dari berbagai kalangan masyarakat terkait dengan praktik rentenir yang berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di berbagai wilayah berjuluk Kota Angin ini.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Ia mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) pihaknya sudah mengambil sikap melaluisalah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perihal ulah para rentenir yang ‘memeras darah’ rakyat.

Terlebih setelah adanya informasi terkait kekejaman rentenir dalam menagih pinjaman dari para nasabah hingga membuat nasabahnya frustasi dan nekat melakukan percobaan bunuh diri.

“Itu sudah ditangani Dinas Sosial, hanya saja perlu action. Masyarakat perlu dikasih tahu agar tidak masuk dalam wilayah permainan rentenir itu. Karena itu menguntungkan sementara dan merugikan pada akhirnya, dan akan selalu seperti itu,” ujarnya, Rabu (21/2/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Wachid menyampaikan, dia telah meminta kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pejabat terkait untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menjauhi rentenir.

Apalagi, masih banyak perbankan yang memberikan solusi keuangan dengan bunga wajar dan ringan di Kabupaten Nganjuk. Sehingga diharapkan masyarakat menjauhi dan tidak lagi meminjam uang pada rentenir berkedok KSP.

“Maka itu, saya juga minta tokoh agama di wilayah masing-masing, tokoh masyarakat, dibantu oleh pejabat yang ada di masyarakat itu untuk menjauhi cara kerja dari para rentenir,” imbuhnya.

Gus Wachid menuturkan agar masyarakat bisa mandiri dalam menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dia juga berharap agar masyarakat mau memilih alternatif lain dalam mencari modal usaha, sehingga tidak sampai terjerat dalam ranah permainan rentenir atau yang oleh masyarakat biasa disebut “Bank Plecit”.

“Di sinilah pentingnya masyarakat untuk berwiraswasta serta tidak menggantungkan hidup pada orang lain. Kalau perlu bisa orang bekerja sama dengan orang. Bisa dengan cara sharing dan lain sebagainya,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...