FaktualNews.co

Potret Kerukunan Pemeluk Tiga Agama Berbeda di Dusun Ngepeh Jombang

Peristiwa     Dibaca : 2612 kali Penulis:
Potret Kerukunan Pemeluk Tiga Agama Berbeda di Dusun Ngepeh Jombang
FaktualNews.co/Elok Fauriah/

JOMBANG, FaktualNews.co – Kabupaten Jombang disebut kota santri. Keberadaan ratusan pesantren dan puluhan ribu santri melengkapi identitas Jombang sebagai kota santri.

Identitas Jombang sebagai kota santri bukan berarti menghalangi atau mengganggu kenyamanan kehidupan umat beragama selain agama Islam. Di Jombang, kerukunan antar umat beragama tetap terjaga baik.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Potret kerukunan meski berbeda agama bisa dilihat di Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Di Dusun berpenduduk 1.400 jiwa ini, terdapat tiga agama yang dianut warganya. Warga Dusun Ngepeh ada yang penganut agama Islam, Hindu dan Kristen.

Meski berbeda agama, penduduk yang mayoritas petani ini hidup rukun. Selama puluhan tahun, toleransi dan kerukunan tetap terjaga dalam kehidupan masyarakat Dusun Ngepeh.

Di Dusun Ngepeh, dapat dijumpai Masjid, Gereja dan Pura yang berdiri berdekatan. Tak ada protes, tidak ada kedengkian ataupun caci maki karena perbedaan agama dan keyakinan.

“Agama boleh berbeda, tetapi kerukunan harus tetap terjaga. Pesan itu hingga kini masih melekat kuat ditengah kehidupan warga Dusun Ngepeh sini. Bahkan makam tiga agama itu menjadi satu lokasi,” ujar Nuralim, sesepuh agama Hindu di Dusun Ngepeh.

Nuralim menuturkan, kerukunan antar umat beragama dari tiga kelompok pemeluk agama yang ada di kampungnya berlangsung sejak zaman nenek moyang mereka.

Sikap itu selalu dijaga bersama jauh sebelum munculnya istilah pluralisme yang dipelopori oleh Gus Dur. Kerukunan tersebut terjalin dari sebuah kesadaran bersama.

Meski tiga agama hadir mewarnai Dusun Ngepeh, namun nuansa kerukunan antar umat beragama di kampung itu tidak bisa dibantah.

Nuralim mengungkapkan, saat pemakaman warga yang meninggal dunia, seluruh warga di Dusun tersebut turut menghadiri acara pemakaman, meski sebatas berbela sungkawa ataupun turut membantu dalam hal-hal kecil.

Merawat kerukunan antar pemeluk agama juga diwujudkan dalam siaran radio komunitas yang ada di Dusun Ngepeh. Radio Komunitas Suara Budi Luhur dikelola secara bersama oleh tiga pemeluk Islam, Kristen dan Hindu.

“Programnya menyesuaikan kebutuhan masyarakat seperti ceramah agama, program musik rohani dan lain sebagainnya,” beber Nuralim. (Elok Fauriah)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i

YUK BACA

Loading...