Peristiwa

Operasi Keselamatan Semeru 2018, 2407 Polisi Diterjunkan di Wilayah Jatim

SURABAYA, FaktualNews.co – Operasi Keselamatan Semeru 2018 di wilayah Jawa Timur, mulai dilaksanakan pada Senin (5/3/2018) ini. Dalam operasi yang dilaksanakan hingga 26 Maret 2018 ini, jumlah personil yang dilibatkan sebanyak 2407 petugas.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Heri Wahono mengungkapkan, operasi Keselamatan Semeru 2018 dilaksanakan di seluruh wilayah Jawa Timur, mulai dari Polda hingga jajaran Polres.

Dijelaskan, tujuan dari operasi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas. Indikator capaiannya, bisa diukur dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mewujudkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Untuk target operasi, beber Kombes Pol Heri Wahono, antara lain lain bagi pelanggar tanda-tanda lalu lintas, pengendara motor tak memakai helm, berkendara dengan zig-zag yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan tidak mempunyai SIM.

“Bentuk pelanggaran seperti itu jelas akan kita tindak dengan tilang,” kata Heri Wahono, Senin (5/3/2018) di lokasi pelaksanaan operasi keselamatan 2018.

Sementara, untuk pelanggaran-pelanggaran yang tidak berpotensi menimbulkan kecelakaan hanya akan diberi peringatan. “Kita berikan teguran edukatif secara humanis,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam rangka kegiatan operasi keselamatan Semeru 2018, jajaran Polda Jatim bersama Polrestabes Surabaya mengawalinya dengan melakukan operasi di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), pada Senin (5/3/2018) pagi.

Kegiatan kampanye keselamatan berlalu lintas tersebut untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat khususnya masyarakat pengguna jalan dalam berlalu lintas agar lebih berhati-hati, lebih tertib, disiplin untuk mematuhi aturan-aturan serta mematuhi rambu-rambu yang ada.

Dengan begitu, masyarakat dapat aman, selamat, lancar dalam berlalu lintas. Operasi tersebut sekaligus adalah sebagai pertanda dimulainya kegiatan operasi keselamatan Semeru 2018. Jika sebelumnya adalah operasi Simpatik, di tahun 2018 ini dirubah menjadi operasi keselamatan 2018.