FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pasca Kebakaran, SPBU Berbek Waru Ditutup Total

Kriminal     Dibaca : 448 kali Jurnalis:
Pasca Kebakaran, SPBU Berbek Waru Ditutup Total
FaktualNews.co/Alfan Imroni/
Petugas keamanan menutup SPBU Berbek, Kecamatan Waru, Sidoarjo menggunakan seng, Jumat (9/3/2018).

SIDOARJO, FaktualNews.co – Pasca terbakarnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SIER Berbek, Kecamatan Waru, Sidoarjo hingga menewaskan satu orang dan 4 luka-luka, Kamis (8/3/2018) kemarin, kini ditutup total menggunakan seng.

Penutupan SPBU tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan dari pihak kepolisian. Selain itu, untuk keamanan beberapa barang berharga seperti beberapa mesin ATM.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, penutupan ini untuk memaksimalkan proses penyidikan dan penyelidikan. “Kami tutup dulu untuk konsentrasi penyelidikan. SPBU boleh beroperasi usai penyelidikan tuntas,” jelasnya, Jumat (9/3/2018).

Himawan menambahkan, hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran SPBU tersebut. “Proses penyidikan masih terus berjalan. Olah TKP sudah dilakukan, dan beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Termasuk CCTV yang ada di lokasi kejadian,” pungkasnya.

Pantauan FaktualNews.co pada Jumat (9/3/2018), keberadaan truk yang hangus terbakar masih nampak pada posisi semula saat terjadi ledakan SPBU Berbek, posisi truk masih berada di sebelah dispenser sebelah sisi timur sendiri dan masih terdapat garis polisi.

Diketahui, kebakaran SPBU di Jalan Berbek Industri III, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini diduga bermula dari kendaraan truk bermuatan tabung elpiji yang mengisi BBM.

Saat pengisian BBM tersebut, muncul percikan api sehingga menyambar dispenser SPBU dan menyambar dua mobil diantaranya truk muatan air mineral dan mobil avanza yang berada disekitar pengisian BBM.

Dalam kejadian itu, kernet truk muatan elpiji tewas terpanggang dan empat orang, dua diantaranya petugas SPBU mengalami luka bakar yang cukup parah sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Royal Surabaya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...