Politik

Pilkada Jombang 2018 Terancam Tanpa Pemantau Independen

JOMBANG, FaktualNews.co – Pendaftaran tim pemantau pemilihan kepala daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati Jombang 2018, hingga saat ini masih belum ada yang mendaftar. Padahal, pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 12 Oktober 2017 lalu.

“Belum ada yang daftar (pemantau Pilkada) hingga kini,” kata Komisioner KPU Jombang divisi SDM dan Parmas, Mohammad Fatoni, kepada FaktualNews.co, Jumat (9/3/2018).

Terkait belum ada yang mendaftar sebagai pemantau Pilkada 2018, ia enggan menjawab lebih rinci.

Pendaftaran pemantau Pilkada Jombang ditutup pada 11 Juni 2018. Adapun syarat pemantau harus berbentuk lembaga independen dengan sumber pendanaan yang jelas. Pemantau Pilkada juga harus terakreditasi KPU Kabupaten.

Khusus pemantau dari luar negeri diwajibkan memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai pemantau Pilkada di negara lain. Selain itu juga harus memiliki visa untuk menjadi pemantau Pilkada dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan wajib melapor serta mendaftar ke KPU atas rekomendasi Kementerian Luar Negeri.

Hal lain yang perlu dipersiapkan calon pemantau yaitu profil organisasi lembaga pemantau, nama dan jumlah anggota pemantau, foto terbaru pengurus lembaga dan pernyataan mengenai sumber dana yang ditandatangani oleh ketua lembaga serta pernyataan mengenai independensi lembaga pemantauan yang ditandatangani oleh ketua lembaga Pemantauan Pemilihan.

Terpisah, mantan anggota KPU Jombang Medan Amrullah, sangat menyayangkan hingga saat ini belum adanya lembaga independen yang mendaftar menjadi pemantau Pilkada Jombang 2018.

Karena, menurutnya tanpa pemantau independen dikhawatirkan banyak kecurangan di Pilkada Jombang 27 Juni 2018 yang nantinya akan didiamkan.

“Ini perlu dipertanyakan kenapa sudah lima bulan lebih tidak ada lembaga independen yang daftar jadi pemantau Pilkada. Mungkin ada komunikasi yang kurang bagus dari KPU,” tutur Medan, Jumat (9/3/2018).

Kedepan, Medan meminta KPU pro aktif mensosialisasikan masalah pemantau pemilu ini agar tidak ada kesan tertutup pada Pilkada Jombang 2018. “Kalau belum ada lembaga yang daftar sebagai pemantau tentu ini pertanyaan besar dan menurunkan kwalitas Pilkada Jombang kali ini,” pungkasnya.