FaktualNews.co

Diproduksi di Jombang, Cat Kuku Botol Limbah Medis KB, Kantongi Izin Usaha?

Peristiwa     Dibaca : 1175 kali Penulis:
Diproduksi di Jombang, Cat Kuku Botol Limbah Medis KB, Kantongi Izin Usaha?
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Cat kuku yang dijual dipasaran, diduga dikemas dalam botol limbah medis

JOMBANG, FaktualNews.co – Cat kuku kemasan botol limbah medis vaksin KB tersebut disinyalir merupakan hasil produksi rumahan di wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Kalau mau beli banyak ke Peterongan saja, langsung ke rumah produsennya. Disana bisa beli dengan harga murah dan banyak,” kata penjaga toko di pasar legi berinisial LD (40), kepada FaktualNews.co, Senin (12/3/2018).

Selain itu cat kuku limbah medis merk ‘pacar muslim mawar indah’, ternyata memiliki Tanda Daftar Industri (TID) produk bernomor 536/1947/415.21/2014.

Cat kuku itu juga memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari pemerintah. Nomor SIUP yang tertulis di bungku kuteks yakni 517/2040/415.12/2014.

“Sampean (Kamu) ke Peterongan saja, tanya saja mau beli kuteks merksnya pacar muslim. Sudah banyak yang kenal dan tahu nama pemiliknya. Dari Fly over lurus ke kiri sebelum Sumobito tanya saja disana,” tambah LD.

Padahal, penggunaan limbah medis berupa botol bekas vaksin suntikan KB Cyclofem dinilai mampu menimbulkan penyebaran inveksi yang tidak terduga oleh masyarakat.

Berdasarkan penelusuran FaktualNews.co di pasar tradisional Citra Niaga atau pasar legi Jombang, cat kuku yang menggunakan botol limbah medis dengan mudah diperoleh di pasar legi bagian barat kompleks toko-toko mainan anak-anak.

Selain dijual bebas di pasar legi, cat kuku limbah medis juga mudah ditemukan disekitar Sekolah Dasar (SD) di Desa Pulo Lor dan Madrasah Ibtidaiyah Desa Kauman.

Harga yang dipasarkan cukup murah, satu bungkus kuteks yang berisi 12 botol kecil hanya dijual Rp 4 ribu rupiah di pasar legi.

Jika dijual per botol dengan harga Rp 500 rupiah maka pedagang yang berjualan disekolah-sekolah sudah dapat untung Rp 2000 perbungkus. (Bersambung)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...