FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kuteks Dikemas dalam Bekas Botol Vaksin KB, Ini Langkah DP2AKB Kota Mojokerto

Kesehatan     Dibaca : 612 kali Jurnalis:
Kuteks Dikemas dalam Bekas Botol Vaksin KB, Ini Langkah DP2AKB Kota Mojokerto
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Mochammad Ali Imron, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Beberapa hari lalu, di wilayah Mojokerto, Jawa Timur, ditemukan mainan anak-anak berupa kuteks (cat kuku) yang dikemas dengan botol limbah medis berupa botol bekas vaksin KB Cyclofem dan Triclofem.

Menindak lanjuti temuan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DPPAKB) Kota Mojokerto akan mengajak para penerima barang melakukan evaluasi.

“Kami akan lakukan evaluasi bersama para penerima barang, agar pasca pakai, limbah medis agar dimusnahkan. Jadi kejadian temuan ini tidak akan ada lagi di Kota Mojokerto,” kata Mochammad Ali Imron, Kepala Dinas PPAKB Kota Mojokerto, Selasa (13/3/2018).

Imron menjelaskan, vaksin Cyclofem dan Triclofem merupakan barang yang didistribusikan langsung dari pemerintah pusat. “Tugas kami kan mendistribusikan alkon (alat kontrasepsi) itu,” ujarnya.

Pendistribusiannya, lanjut Imron, sesuai aturan, pihaknya mendistribusikan alkon tersebut ke seluruh Puskesmas, Rumah Sakit milik pemerintah dan rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan BPJS di wilayah Kota Mojokerto.

“Kami berikan alkon itu, jumlahnya tergantung berapa yang mereka minta. Selain puskesmas dan rumah sakit itu tadi, kami tidak akan distribusikan,” tegasnya.

Dengan adanya temuan itu, DPPAKB Kota Mojokerto akan melakukan penelusuran asal usul limbah medis tersebut. “Kami akan koordinasi dengan leading sector terkait untuk menelusuri dari mana barang ini sebenarnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kuteks yang dikemas menggunakan botol bekas vaksin KB tersebut dijual murah oleh pedagang-pedagang mainan anak-anak di halaman sekolah yang ada di Kota Mojokerto.

Dikhawatirkan, penggunaan limbah medis tersebut bisa menimbulkan penyebaran inveksi yang tidak disadari oleh masyarakat.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...